Pastikan Harga Barang Pokok Tak Naik, Pemerintah Lakukan Ini

0
85
Kemendag pastikan harga barang pokok tak naik jelang puasa. (Kemendag)

Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Daerah Tarakan, Kalimantan Utara bekerja sama menjaga stabilitas harga dan stok barang kebutuhan pokok di Tarakan menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439H.

Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Dody Edward memastikan stok dan harga barang kebutuhan pokok di Tarakan, KalimantanUtara relatif aman dan stabil menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2018.

“Hasil pantauan di Pasar Ghuser dan Pasar Tenguyun menunjukkan secara umum harga bapok relatif stabil bahkan cenderung turun. Tingkat inflasi di Kalimantan Utara juga stabil,” ujar Dody saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Barang Kebutuhan

Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439H, di Tarakan, Kalimantan Utara, dalam siaran persnya, Jumat (27/4/2018).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Utara Hartono mengatakan, Kota Tarakan siap menghadapi Puasa dan Lebaran 2018. Harga barang kebutuhan pokok relatif stabil dan pasokan yang tersedia cukup.

“Langkah Kemendag untuk melakukan pengawasan harga dan stok barang kebutuhan pokok ini membantu daerah untuk melakukan pemetaan harga dan stok di lapangan,” ujar Hartono.

Pada Rakorda, Dody menghimbau kepada para pelaku usaha distribusi yang meliputi distributor, sub-distributor, dan agen untuk melakukan pendaftaran dan wajib memiliki Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi Barang Keburuhan Pokok. Peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan baik di tingkat Kota Tarakan maupun Provinsi Kalimantan Utara diperlukan untuk meningkatkan jumlah pelaku usaha distribusi yang terdaftar.

Rakorda di Tarakan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) HBKN di Bandung pada 23 Maret 2018. Dalam Rakornas tersebut, Mendag menjelaskan empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN tahun ini.

Pertama, melalui penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok; harga acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras; penataan dan pembinaan gudang; serta perdagangan antarpulau.

Kedua, melalui penatalaksanaan yaitu melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha; fasilitasi dengan BUMN dan pelaku usaha; serta penugasan BULOG. Rakorda di 34 provinsi dijadwalkan antara H-45 dan H-30 puasa.

Langkah ketiga, melalui pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I Kemendag beserta jajarannya bersama dengan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok. Keempat, melalui upaya khusus yaitu penetrasi ke pasar rakyat dan toko swalayan.

Sumber:Netralnews.com

Berita sebelumyaIni Instruksi Megawati Untuk Menangkan Pilkada Jatim
Berita berikutnyaPerbedan Gaji TKA dengan Pekerja Lokal Dapat Timbulkan Konflik