Luhut: ASEAN Harus Bekerjasama Tangani Masalah Sampah Plastik di Laut

0
275

Mengenai masalah tentang sampah plastik di laut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengajak seluruh negara di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN untuk bekerja sama menanggulangi masalah sampah plastik di laut secara bersama-sama.

Menurutnya, sampah plastik laut telah menimbulkan kerugian sebesar 1,2 miliar dollar AS, dan meliputi berbagai bidang seperti perikanan, perkapalan, pariwisata dan bisnis asuransi.

“Ini bisa berujung kepada malapetaka jika kita tidak segera bergerak karena pengangguran bisa menimbulkan masalah kemiskinan dan sosial dan akan berujung pada radikalisme dan terorisme,” ujar Luhut dalam keterangannya, Selasa (6/6/2017).

Dia menegaskan, masalah pencemaran laut adalah tantangan lintas batas negara yang harus ditangani secara efektif demi mencapai pembangunan laut yang berkelanjutan. Luhut melanjutkan, banyak dari negara-negara ASEAN merupakan eksportir utama produk makanan laut dan juga kelautan.

Menurutnya, dengan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah plastik laut dapat menjadi pondasi yang kuat untuk mempererat kerja sama kelautan yang ada.

“Ini untuk juga menjembatani perbedaan pandangan negara-negara tersebut tentang pengelolaan limbah, seperti pelaksanaan Proyek Limbah ke Energi dan kerja sama di bidang pengelolaan limbah seperti investasi,” tambah Luhut.

Menurut Luhut, Pengelolaan limbah ke energi tersebut bisa menjadi pendorong ekonomi baru dan merangsang keterlibatan sektor swasta yang secara langsung menguntungkan masyarakat.

“Intinya, negara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi eksternalitas negatif terhadap lingkungan, sehingga menyajikan contoh konkret pembangunan berkelanjutan,” kata dia.

Luhut menegaskan, ASEAN harus memiliki pandangan yang sama dan satu tujuan dalam masalah ini. Dia menuturkan, Di Indonesia sendiri, Pemerintah telah menjalin kerjasama dengan Bank Dunia dan Pemerintah Denmark untuk mengadakan penelitian di 15 lokasi di seluruh Tanah Air.

Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat untuk melakukan penelitian terhadap ikan yang mmengkonsumsi plastik di laut.

Dia melanjutkan, pihaknya telah membuat analisa dan membuat beberapa rencana aksi untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di laut.

“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sampah plastik juga banyak dibuang dari kapal-kapal di perairan. Sampah plastik di dunia ini ternyata dua pertiganya datang dari perairan Asia Selatan,” tutup Luhut.

Berita sebelumyaKisah Sang Kakek Renta Penjual Abu Gosok Di Jakarta Ini Membuat Hati Menangis
Berita berikutnyaPorsche 1996 Berharga 19 Miliyar