Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Gula Oplosan

4
306

Belum lama ini, Satgas Pangan Polda DIY mengamankan 10 karung gula pasir oplosan antara rafinasi dengan biasa di daerah Kasihan, Bantul.

Dari hasil penyitaan, polisi menduga ada distributor dalam jumlah besar yang ikut bermain dalam peredaran gula rafinasi. Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dhofiri mengatakan, Polres Bantul berhasil mengamankan 10 karung gula oplosan.

Selain itu, Satgas dari Polda DIY juga telah membidik ratusan karung gula oplosan dari asal produsen yang sama dengan kasus di Bantul. Menurutnya, temuan Polres Bantul dengan Polda DIY kemungkinan jaringan pelakunya sama.

“Terutama gula rafinasi yang dicampur dengan gula biasa. (Hasil) Polda dan Polres Bantul, ujung-ujungnya ketemunya sama asalnya (Kasihan, Bantul),” katanya usai diskusi di DPRD DIY kemarin.

Dhofiri menegaskan, polisi akan terus mengembangkan penyidikan kasus gula oplosan ini. Polisi menduga ada peredaran dalam jumlah besar gula oplosan di DIY.

“Ini kami kembangkan, kalau di Bantul ada, bisa dimungkinkan ada juga di tempat lain. Makanya kita cari terus,” tegasnya.

Polisi juga melakukan komunikasi dengan Bulog, Dinas Perdagangan guna memantau harga dan melihat secara detail rantai distribusi. Untuk gula, harga masih relatif stabil.
“Kita harus tegas. Kalau seperti ini, dari sisi harga, gula rafinasi itu kan tidak untuk dikonsumsi, tetapi untuk pabrik,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi menuturkan, barang yang disita sebanyak 10 karung. Masing-masing karung berisi 50 kilogram (kg) sehingga totalnya ada 500 kg.

“Kami sita gula itu dari seorang distributor di wilayah Kasihan, Bantul, dengan pemilik berinisial KS,” katanya. Imam menambahkan, KS merupakan distributor level lanjutan. Diduga kuat, masih ada yang lebih besar di atas KS. “Inisial KS, baru satu, masih dikembangkan juga dan sekarang masih dalam proses untuk pemeriksaan laboratorium, apakah murni rafinasi seluruhnya atau dioplos,” kata dia.

Dia menegaskan, dalam kasus ini polisi baru menetapkan satu tersangka dengan dugaan pelanggaran UU Kesehatan, UU Perdagangan, dan UU Perlindungan Konsumen. Sementara belum mengarah ke penimbunan, lebih ke pelanggaran perdagangan tanpa izin.

“Ini mengarah perdagangan tanpa izin, bahan sembako rafinasi tanpa izin. Rafinasi dalam bentuk kemasan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Berita sebelumyaReal Madrid Raja Liga Champions
Berita berikutnyaH-7 Lebaran Tol Batang-Semarang Sudah Bisa Dilalui

Comments are closed.