9 Bandara Baru Akan Diresmikan Ditjen Perhubungan Tahun Ini

0
416
Bandara Sentani, Papua (skyscrapercity.com)

Berkabar.ID – Terhitung sejak 2014 lalu Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menginisasi pembangunan bandara di sejumlah wilayah di Indonesia. Khususnya di wilayah yang belum berkembang seperti di Timur Indonesia. Dan kini, di tahun 2018 ada sembilan bandara yang kabarnya telah siap diresmikan.

Sembilan bandara tersebut tersebar dari wilayah barat hingga timur Nusantara. Bandara yang dimaksud ialah Bandara Maratua, Kalimantan Timur; Bandara Morowali, Kalimantan Barat; Bandara APT. Pranoto, Kalimantan Timur; Bandara Radin Inten II, Lampung (terminal baru); Bandara Namniwel, Buru Maluku; Bandara Werur, Papua Barat; dan Bandara Koroway Batu, Papua.

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso dalam keterangan resminya, Senin (29/1), mengatakan bila semua pembangunan bandara tersebut menggunakan anggaran Ditjen Perhubungan Udara yang berasal dari APBN. Sementara yang akan mengelola bandara-bandara tersebut adalah Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Ditjen Perhubungan Udara.

Namun Agus menuturkan bahwa tak menutup kemungkinan dalam pengelolaannya UPBU akan bekerja sama dengan pihak swasta maupun BUMN yang mempunyai sertifikat Badan Usaha Bandar Udara (BUBU). Dengan kerjasama tersebut, Agus meyakini bila bandara-bandara tersebut dapat lebih berkembang. Di sisi lain, biaya pemeliharaan yang semestinya dari pemerintah bisa dialihkan sebagai modal pembangunan bandara di tempat lain.

Bandara Sebagai Penopang Ekonomi

Bandara Adi Soemarmo – (Inilah.com)

Bandara sejatinya bukan hanya berguna sebagai tempat lepas landas maupun mendaratnya pesawat dan sebagai simpul transportasi, tapi lebih dari itu bandara juga berguna sebagai pintu gerbang perekonomian sebuah wilayah, seperti penunjang kegiatan pariwisata maupun perdagangan.

Ketua Forum Transportasi Udara Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Soeharto Abdul Majid, dalam seminar Global Airports Indonesia 2012 silam pernah mengungkapkan bahwa fungsi bandara sebagai penopang ekonomi adalah hal wajar. Terutama mobilitas masyarakat dunia saat ini kian dinamis dan meninggi.

Dirjen Perhubungan Agus Santoso pun menuturkan hal serupa. Menurutnya, bandara-bandara tersebut dibangun dengan pertimbangan yang dapat memberikan dampak secara ekonomi, budaya dan pariwisata.

“Di antaranya untuk membuka akses transportasi yang lebih cepat, membuka akses keterisoliran daerah, membuka gerbang ekonomi, terutama memperlancar arus investasi yang masuk, serta pengembangan pariwisata dan sebagainya,” tambah Agus.

Selain itu, klaim Agus, pembangunan kesembilan bandara ini juga sebagai wujud nyata dukungan Ditjen Perhubungan Udara pada program Nawacita Pemerintah Presiden Joko Widodo. Utamanya Cita ke tiga (membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan) dan Cita ke tujuh (mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik).

Lebih lanjut, Agus pun menjabarkan bentuk bandara-bandara yang baru itu. Semua bandara baru itu, terangnya, mempunyai panjang landasan lebih dari 1.200 meter sehingga bisa dijadikan tempat mendarat pesawan sejenis ATR 42 (turboprop).

Agus pun mengklaim bandara-bandara tersebut sudah memenuhi aspek  keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, baik dari udara maupun darat. Di antaranya dengan adanya sarana dan prasarana penunjang seperti peralatan navigasi penerbangan, Pertolongan Kecelakaan Penerbangan – Pemadam Kebakaran (PKP-PK), gedung perkantoran, gedung terminal, dan sebagainya.

“Kami menargetkan bandara-bandara tersebut bisa diresmikan oleh Presiden Joko Widodo  pada bulan Februari hingga Juni tahun 2018 ini. Dengan demikian bandara bisa beroperasi dengan optimal sesuai peruntukannya dan mampu meningkatkan perekonomian di daerah sekitarnya,” lanjut Agus.

Bandara yang Akan Dikembangkan

Selain bandara-bandara yang sudah selesai dibangun dan siap diresmikan tersebut, pada tahun ini Ditjen Perhubungan Udara juga menargetkan akan memulai pembangunan dan pengembangan  tiga bandara. Ketiga bandara tersebut berada di Pulau Jawa, yalkni Bandara Wirasaba di Purbalingga Jawa Tengah; Bandara Ngloram di Cepu Blora, Jawa Tengah; dan Bandara Notohadinegoro di Jember, Jawa Timur.

Diharapkan pembangunan dan  pengembangan tiga bandara tersebut sudah bisa dimulai pada bulan Maret 2018 nanti dengan dana investasi dari Ditjen Perhubungan Udara (APBN) dan BUMN.

Berita sebelumya10 Turis Asing Ditahan karena Mengunggah Foto Berunsur Pornografi
Berita berikutnyaJokowi Terima Penghargaan Tertinggi dari Presiden Afghanistan Untuk Keberaniannya