Kemenkeu : Gaji ke 13 dan THR Di Harapkan Bisa Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

5
212

Gaji ke 13 dan THR menjadi salah satu yang paling dinanti para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan persoalan mengenai hal ini kerap muncul menjelang akhir-akhir Ramadhan.

Untuk itu, Kementerian Keuangan berjanji mencairkan gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) tepat waktu, yakni pada Juni ini. Pencairan ini, guna memenuhi segala kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang biasanya memasuki tahun ajaran baru untuk membayar biaya pendidikan dan untuk kebutuhan Idul Fitri.

Namun, dengan adanya pencairan ini, dikhawatirkan akan memicu inflasi selain kenaikan harga bahan makanan jelang lebaran.

Meski begitu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPA), Suhariyanto, berharap pencairan tersebut tak akan berpengaruh banyak pada inflasi.

“Kita harapkan jangan memicu inflasi. Kita mengharapkannya, justru akan memperkuat konsumsi rumah tangga yang nanti akan berpengaruh pada komponen konsumsi rumah tangga dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi kalau memicu inflasi sih enggak,” kata Suhariyanto, Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Suhariyanto melanjutkan, untuk inflasi (bulan Juni nanti) lebih pada permintaan beberapa bahan makanan dan komoditas yang naik.

“Ya saya pikir pemerintah sudah antisipasi dengan stok pangan lebih terjaga dan memperbaiki tata niaga kebijakan. Mudah-mudahan tidak bergejolak,” pungkasnya.

Sebagai informasi, untuk tahun ini pemerintah menggelontorkan Rp 23 triliun untuk anggaran THR dan gaji ke-13. Nominal ini jelas jauh lebih besar jika dibandingkan dengan tahun lalu yang berumlah sebesar Rp17,9 triliun.

Berita sebelumyaTernyata Lapar dapat Menyebabkan Sariawan lho
Berita berikutnyaMercedes-AMG GT C Mobil Limited Edition

Comments are closed.