Ini Batas Nominal Uang Yang Bisa Ditukarkan Menjelang Lebaran

1
301

Guna menyambut hari raya Idul Fitri, Bank Indonesia (BI) menyediakan layanan penukaran uang yang bertempat di Monat, Jakarta Pusat mulai 22 Mei 2017 lalu untuk memenuhi kebutuhan selama periode Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Selain itu, mulai 5 Juni 2017, 13 bank lain juga akan berpartisipasi dalam kegiatan penukaran uang tunai di Monas.

Meskipun demikian, ada persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat untuk dapat menukarkan uang tunai.

Direktur Eksekutif Departemen Pengeloaan Uang BI Suhaedi menjelaskan, masyarakat akan dimintakan kartu identitasnya.

“Dimintakan identitas supaya kita bisa melayani lebih banyak masyarakat,” ujar Suhaedi di Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Suhaedi menuturkan, persyaratan KTP dimaksudkan agar orang yang sama tidak bisa menukarkan uang secara berkali-kali dalam satu hari.

BI dan perbankan yang berpartisipasi dalam kegiatan penukaran uang akan mencatat identitas masyarakat yang menukarkan uang.

Menurutnya, masyarakat yang sudah menukarkan uang di satu bank, maka ia tidak bisa menukarkan uang di loket bank lainnya.

Sehingga akan memberikan aspek keadilan bagi masyarakat secara luas. “Kami ingin memberi kesempatan lebih banyak kepada masyarakat,” ujar Suhaedi.

Selain itu, bank sentral juga membatasi nominal uang yang dapat ditukarkan oleh masyarakat. Setiap satu orang hanya dapat menukar kan uang tidak lebih dari Rp 3,7jt dan terdiri dari beberapa pecahan.
“Rinciannya satu pak Rp 20.000 senilai Rp 2 juta. 1 pak Rp 10.000 senilai Rp 1 juta, Rp 5.000 total Rp 500.000, dan Rp 2.000 total Rp 200.000, jadi satu orang (menukarkan) Rp 3,7 juta,” jelas Suhaedi.

Berita sebelumyaHebat, Serda Woli Kalahkan Alat Canggih dengan Rumput
Berita berikutnyaPertarungan Pemain Juventus Vs Real Madrid

Comments are closed.