Slamet Soebjakto: Indonesia Harus Kembangkan Budidaya Udang Putih

1
206

Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) dan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara mengembangkan udang jenis baru yaitu Penaeus Merguensis atau udang putih.

Direncanakan KKP akan meresmikan pengembangan udang putih ini dan akan diangkat sebagai komoditas unggulan baru dalam bisnis perudangan nasional.

“Apalagi ini merupakan udang asli Indonesia, sehingga kami punya tanggungjawab untuk mempertahankan keragaman jenis udang lokal Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto di Jepara, Selasa (22/5/2017).

Saat ini, bisnis perudangan di indonesia masih di dominasi oleh jenis udang vaname dan udang windu. Tercatat selama 5 tahun terakhir, produksi udang nasional mengalami kenaikan rata-rata sebesar 13,48 persen.

Menurutnya, indukan udang putih ini hampir tersedia di seluruh wilayah perairan indonesia. Tentu hal ini memudahkan KKP dalam mengembangkan komoditas udang putih.

Keunggulan dalam budidaya udang putih adalah siklus reproduksinya relatif singkat yakni umur 6 bulan atau pada ukuran berat 30-40 gram dapat dijadikan indukan. Sementara itu udang udang windu membutuhkan waktu lebih lama untuk dijadikan indukan yakni sekitar 1,5 tahun.

Keunggulan lain yang dimiliki yakni pertumbuhan yang relative baik dengan mengandalkan kadar protein pakan yang rendah yaitu pada kisaran 24-28 persen. Dengan begitu maka biaya produksi akan lebih efisien.

Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Rahardjo menuturkan bahwa kapasitas produksi hatchery yang ada mampu menyediakan sebanyak 18 juta ekor benur per tahun. Saat ini pihaknya memiliki 18 bak dengan kapasitas produksi per bak mencapai 300.000 benur per siklus.

Berita sebelumyaDemian Berhasil Menghebohkan Panggung American’s Got Talent 2017
Berita berikutnyaIbrahimovic Bicarakan Kontrak Di Manchester United

Comments are closed.