Satu Bulan Dibentuk, Satgas Pangan Tangani 79 Kasus Kecurangan

1
193

Baru dibentuk pada awal bulan kemarin, Satuan Tugas (Satgas) Pangan sudah menangani 79 kasus terkait masalah bahan pangan. Kasus-kasus yang di terima ditangani mulai dari tingkat Polres hingga Mabes Polri.

Kepala Satgas Pangan Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, dari 79 kasus tersebut terbagi menjadi dua, yang pertama, kasus yang terkait langsung dengan kecurangan bahan pokok seperti penimbunan, oplosan dan lain-lain.

Dan kedua, kasus hukum di luar bahan pokok tapi berkaitan dengan pangan seperti menggunakan bahan makanan berbahaya untuk makanan olahan.

Setyo Wasito menuturkan, untuk kasus kecurangan bahan pokok yang ditangani mencapai 41 kasus. Kasus tersebut antara lain ditangani oleh Polda sebanyak 12 kasus, ditangani Polda 27 kasus dan 2 kasus ditangani oleh Mabes Polri.

Sedangkan kasus di luar bahan pokok tapi berkaitan dengan pangan sebanyak 38 kasus, diantaranya 12 kasus yang ditangani oleh Polda. Dan sebanyak 26 kasus ditangani Polres. Dengan demikian, total keseluruhan kasus yang ditangani oleh Satgas Pangan dalam 1 bulan terakhir mencapai 79 kasus.

“Satgas pangan ini sudah sampai di tingkat Polres. Hal yang ditangani Polda ditemukan termasuk pangan tetapi membahayakan seperti di jawa tengah pembuatan gula merah tapi bahannya tidak layak dikonsumsi,” ujar dia di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Menurutnya, untuk ke depan pihaknya akan terus melakukan pengawasan terutama dalam hal distribusi dan penyimpanan stok pangan.Dengan harapan akan berdampak baik pada kestabilan harga pangan.

‎”Rencana kita akan lakukan evaluasi lagi dan fokuskan kepada distribusi dan penyimpanan. Ini akan jadi fokus Satgas Pangan sehingga harga-harga bisa dikendalikan. Ini pertama kali dibentuknya Satgas Pangan dan dilibatkan melakukan pengawasan, maka yang sebelumnya tidak diawasi akan diawasi,” tandas dia.

Berita sebelumyaBahaya, Jangan Memakai Jaket Saat Berolahraga
Berita berikutnyaIker Casillas Berharap Gianluigi Buffon Juara Liga Champions

Comments are closed.