Begini Caranya Jika Ingin Pasang Jaringan Gas Bumi di Rumah

0
418

Berkabar.ID- Pemerintah akan terus mendorong masyarakat RI untuk mulai menggunakan gas bumi. Sejalan dengan itu, minat masyarakat terhadap gas bumi juga meningkat, sebab tarifnya terbilang sangat terjangkau.

Lantas bagaimana cara jika ingin pasang jaringan gas bumi dirumah? Sekretaris Perusahan PGN, Rachmat Hutama menjelaskan, pertama pastikan bahwa rumah anda dilalui jaringan gas (Jargas). Jika iya maka datangi kantor seles area PGN terdekat.

“Kita sudah tersebar kantor area. Datangi saja kantor area. Di situ ada formulir yang harus diisi. Jadi sama saja prosesnya jika ingin langganan listrik atau PAM,” tutur Rachmat di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/11/2017).

Setelah itu, mengisi formulir, petugas PGN nantinya akan memproses lalu melakukan survei. Petugas akan menghitung berapa kira panjang instalasi pipa yang terkoneksi dengan jargas.

Untuk masalah biaya pemasangan pipa langsung ke dapur tergantung dari panjangnya pipa yang dibutuhkan. Namun, jika daerah anda merupakan wilayah penugasan pemasangan jargas oleh Pemerintah biayanya gratis.

“Itu nanti dijelaskan oleh bagian penjualan,” ujarRachmat.

Kemudian, jika anda ingin tahu seberapa besar penghematan memakai gas bumi, PGN dalam situs resmi pgn.co.id menyediakan semacam simulasi perhitungannya.

Rachmat juga menjelaskan, tarif gas bumi saat ini berbeda-beda di setiap lokasi, sebab pengaliran gas untuk jargas berasal dari sumur gas yang berbeda.

“Harganya beda karena alokasi pasokannya tidak satu tempat. Seperti Jawa bagian barat itu alokasinya dari Sumatera, wilayah lain beda lagi. Harga juga ditentukan oleh SKK Migas,” ungkap Rachmat.

Menurut Racmat, saat ini Jakarta merupakan lokasi dengan harga paling murah. Sementara yang paling mahal di Sorong dengan kisaran harga hingga Rp 6 ribu per meter kubik. PGN mencatat untuk jumlah pelanggan rumah tangga hingga 30 September 2017 tercatat sebanyak 177.170 pelanggan. Angka itu setara 0,4% dari total penjualan PGN.

“Itu belum dengan 200 ribuan pelanggan rumah tanggan dari pemerintah. Kita sudah survei mereka mau enggak pakai LPG lagi? Katanya enggak mau, mereka lebih senang pakai gas bumi,” tungkasnya.

Untuk penjualan pelangga industri dan pembangkir listrik mendominasi 97,1% meskipun hanya 1.739 pelanggan. Sementara untuk pelanggan komersial dan UMKM sebanyak 2,5% dengan pelanggan sebanyak 1.984 pelanggan.

Berita sebelumyaRasakan Sakit Luar Biasa saat Kencing, Wanita 23 Tahun Ini Alami Penyakit Mengerikan
Berita berikutnyaDihujat Oleh Banyak Netizen karena Lepas Hijab, Rina Nose: Anda Tuhan?