Prediksi Ekonomi Kuartal III 2017 Apakah Daya Beli Membaik dan Ritel Kembali Tumbuh?

0
278

Berkabar.id -Akhir-akhir ini banyak ritel atau toko serba ada (toserba) yang berguguran hal tersebut berkolerasi dengan turunya daya beli masyarakat khususnya kelas menegah ke bawah.

Lalu bagaimana Ekonomi Indonesia ke depannya?

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini akan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2017. Hal ini layak ditunggu lantaran pemerintah menargetkan dalam satu tahun penuh sebesar 5,2% dalam APBN Perubahan (APBN-P) 2017.

 

Menurut para pakar ekonomi, Ekonomi Indonesia pada kuartal III-2017 masih diproyeksikan di kisaran 5%.

Hal tersebut pun disampaikan oleh Josue Pardede selaku ekonom dari Bank Permata.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2017 diperkirakan membaik dari 2 kuartal sebelumnya pada tahun ini,” ucap Josua, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Prediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2017 sebesar 5,06% ini dihitung oleh konsumsi rumah tangga yang berada di angka sebesar 4,95%-4,99% (YoY).

Saat ini konsumsi diperkirakan naik sekitar 2,0%-3,0% (YoY), yang didukung oleh realisasi penyerapan belanja barang, bantuan sosial (bansos) dan belanja pegawai yang meningkat. Sementara, investasi diperkirakan tumbuh sekitar 5,3%-5,4%yoy, untuk ekspor diperkirakan tumbuh sekitar 5-6% (YoY).

“Jadi secara keseluruhan PDB kuartal tiga diperkirakan sekitar 5,06% (YoY.) Dari sisi sektoral, sektor pertanian, manufaktur dan perdagangan masih menjadi pendorong/kontributor utama pertumbuhan ekonomi kuartal III,” jelas dia.

Peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, memperkirakan ekonomi nasional pada kuartal III-2017 tumbuh 5,1%.

“Pertumbuhan ekonomi triwulan ke III diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,1% (yoy),” ucap Bhima.

Bhima menambahkan, motor pertumbuhan berasal dari belanja pemerintah yang bergeser dari triwulan II ke triwulan III. Untuk konsumsi rumah tangga diharapkan tumbuh stabil di level 5%.

“Motor pertumbuhan lainnya berasal dari komponen ekspor yang terdorong harga batu bara, minyak kelapa sawit, dan minyak mentah. Ekspor sampai akhir tahun diprediksi positif. Sementara Investasi masih belum menunjukkan taji karena realisasi masih tergolong lambat khususnya investasi PMA (Penanaman Modal Asing). Januari-September 2017 pertumbuhan realisasi PMA hanya 7,9% (yoy) berdasarkan data BKPM,” tambahnya.

Bhima memprekdisikan perekonomian nasional masih di bawah target APBN-P sebesar 5,2%, menurutnya hingga akhir tahun perekonomian nasional sebesar 5,1%.

 

 

Berita sebelumyaSambil Mabuk, Pria Ini Cabuli Gadis 13 Tahun di Atas Loteng Rumah
Berita berikutnyaBarang Berharga Nikita Mirzani Gak Jadi Hilang, Pak Security Baik Banget!