Angkutan BBM Satu Harga ke Papua Terhambat Karena Faktor Keselamatan

0
222

Kementerian Perhubungan memberikan dukungan pada pelaksanaan program BBM satu harga di Papua. Dengan program ini, diharapkan untuk para masyarakat di Papua dan Papua Barat bisa menikmati BBM dengan satu harga yang sama seperti di Pulau Jawa.

Diharapkan bentuk dukungan yang diberikan pemerintah seperti kemudahan izin penerbangan pesawat angkut barang atau kargo.

Sementara untuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa dalam mendukung pelaksanaan program tersebut, pemerintah tidak akan mengabaikan faktor keselamatan. Salah satunya bisa terlihat dari pelarangan penggunaan pesawat berusia di atas 40 tahun dalam program tersebut.

Secara umum, Kemenhub memang melarang pesawat berusia di atas 40 tahun beroperasi. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 7 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 106 Tahun 2015 tentang Peremajaan Armada Pesawat Udara Angkutan Udara Niaga yang ditetapkan pada 15 Januari 2016.

Untuk sementara ini Kemenhub sedang mempertimbangkan faktor keselamatan dalam menerbitkan aturan tersebut.

“Dalam hal ini, Menhub taat asas,” ucap pengamat penerbangan Alvin Lee dalam keterangan tertulis, Minggu (15/10/2017).

Menurut Alvin Lee, pelarangan penggunaan pesawat berusia ‘senja’ itu sudah sesuai aturan, jadi tidak bisa ditawar-tawar lagi demi kepentingan sesaat.

“Langkah Kemenhub sudah benar.Itu merupakan aturan yang sudah lama diberlakukan.Termasuk sosialisasinya juga susah lama dilakukan,” kata Alvin.

Kalau pun ada protes, kata dia, itu harus dialamatkan kepada para pihak yang mengangkut BBM tersebut.

“Mengapa operator-operator tersebut, tidak menggunakan pesawat -pesawat yang sesuai aturan. Ini kan menyangkut keselamatan penerbangan,” pungkas Alvin.

Berita sebelumyaTak Disangka, Saat Ultah Ariel Tatum Dapat Kado Yang Mengejutkan
Berita berikutnyaH-1 Jelang Pelantikan, Sandiaga Uno Sudah Rencanakan Misi