Kemendag Targetkan Capai Semua Kesepakatan Kerja Sama RI-Australia Soal Sapi Hingga Pariwisata Akhir Tahun Ini

0
254

Hari ini Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita menggelar pertemuan dengan perwakilan delegasi Australia untuk pembahasan lanjutan terkait kerjasama ekonomi komprehensif atau IA-CEPA (Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership).

Enggar mengungkapkan, ini merupakan pertemuan ke-9 kedua delegasi. Ia menargetkan akhir tahun ada kesepatan antara kedua negara, termasuk perjanjian perdagangan beras, bisa rampung dan ditandatangani.

“Target yang sudah disepakati oleh kedua pemimpin negara menugaskan kepada kami mengupayakan menyelesaikan di tahun ini, CEPA Indonesia-Australia ini kita harapkan perkembangan ekonomi kita lebih baik lagi,” jelas Enggar saat pertemuan dengan delegasi Australia di JW Marriot, Jakarta, Senin (2/9/2017).

Menteri kelahiran Cirebon,12 Oktober 1951 itu menuturkan, cakupan kerja sama antara kedua negara masih sangat lebar. Namun ada beberapa hal yang sudah mengerucut untuk disepakati bersama seperti ketentuan bea masuk 0% untuk produk raw sugar asal Australia, dan sebaliknya produk pestisida dari Indonesia. Kemduian kesepakatan-kesepakatan dalam sektor persiwita, peternakan dan juga pendidikan vokasi.

“Pasti dari sisi kebutuhan kita mengenai tourism dan infrastruktur, itu antara lain. Tetapi CEPA itu tidak hanya batasin itu. Menyelaraskan kepentingan dari dua negara masing masing. Kita belum siap untuk semua sektor, kalau kita buka lebar semua,” terang Enggar.

Enggar mengaku perundingan CEPA dengan Australia memang cukup lama. Namun meski demikian, hal tersebut dilakukan agar Indonesia tak merugi nantinya.

“Kalau ditanya kenapa lama? Setiap perundingan masing-masing negara mempunyai kepentingannya, selalu menghitung kalau kita beri ini apa benefitnya, apa kerugiannya kita minta ini dari sisi mereka juga sama perhitungannya,” pungkas Enggar.

Sementara itu, Kepala Negosiator Indonesia,Deddy Shaleh mengungkapkan belum banyak hal spesifik yang disepakati. Ia juga menargetkan pihaknya mampu mencapai semua kesepakatan pada akhir tahun ini.

“Pada putaran negosiasi 1 sampai 8, banyak kesepakatan yang sudah diambil, terutama di bidang pajak. Di akses pasar masih ada yang harus dinegosiasi. Indonesia belum bisa memberi, Australia sudah bisa. Ini yang harus dinegosiasikan. Soal sapi, mereka meminta untuk dibicarakan, dibebaskan bea masuk. Tapi Indonesia ada pertimbangan. Kelapa sawit sekarang tidak ada bea masuk ke Australia,” terang Deddy.

Berita sebelumyaKompak! Nafa Urbach dan Zack Lee Sepakat Tak Hadir Dalam Sidang Selanjutnya
Berita berikutnyaPihak Twitter Berencana Hilangkan Ciri Khas 140 Karakter