Di Riau Lahan Pabrik Kertas Dibakar Karna Izinnya Dicabut

0
278

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengunggah gambar yang diambil dari udara terkait terbakarnya lahan di Riau di akun Twitter-nya. Gambar tersebut diberi keterangan oleh Sutopo soal pola penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Riau itu memperlihatkan kepulan asap yang membumbung tinggi.

Sutopo memberi lingkaran merah pada sebuah objek berwarna putih yang diduga sebagai pondokan yang tidak tersentuh asap. Menurutnya, pola terbakarnya lahan di Riau sudah terstruktur yaitu diduga karena adanya kesengajaan dibakar.

Kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, diduga karena unsur kesengajaan dugaan ini di benarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK). Kebakaran lahan itu terjadi di kordinat yang berlokasi di areal konsesi hutan tanaman industri (HTI) yang dimana dimiliki oleh perusahaan pulp dan kertas.

“Kebakaran hutan dan lahan di Mandau Riau. Ada pondoknya. Pola terstruktur. Penyebab: disengaja dibakar,” tulis Sutopo sebagaimana dilihat di akunnya, Rabu (26/7),
Kepala Pusat Data Informasi Dan Humas BNPB.

Direktur Pengaduan, Pengawasan, dan Sanksi Administratif Direktorat Jendral Penegakan Hukum KLHK, Rosa Vivien Ratnawati dalam keterangannya, “Berdasarkan analisis KLHK, kebakaran lahan itu terjadi pada kordinat yang berlokasi di area konsesi (Hutan Tanaman Industri) HTI PT Rimba Rokan Perkasa seluas 22.930 Hektar, yang pernah dicatat sebagai salah satu pemasok industri pulp dan kertas di Riau”

“Izin HTI PT. Rimba Rokan Perkasa telah dicabut pada Oktober 2016. Pencabutan izin ini telah sesuai hasil putusan pengadilan karena sengketa dengan masyarakat dan menjadi areal yang open access. Tetapi sekarang areal itu masuk dalam areal PIPPIB (peta indikatif penundaan pemberian izin baru), jadi memang tidak boleh ada izin atau aktivitas di situ,” ucap Vivien.

Dilakukan pengecekan oleh Tim Gakkum KLHK langsung saat menemukan idikasi kejadian kebakaran tersebut. Diketahui perusahaan itu berada dalam KHG Sungai Buntut Batang Umban berupa gambung non kubah di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Pembakaran tersebut terlihat masif dan menggunakan perhitungan arah angin. “Temuan tim kami di lapangan, pondok mereka ada di situ, tapi tidak kena asap,” Vivien menyebutkan.

Selain itu, dari laporan tim lapangan lokasi tersebut juga marak terjadinya perambatan untuk sawit dilokasi tersebut. Pihaknya juga menegaskan perusahaan yang terbuukti membakar gambut akan dijerat pidana berdasarkan undang-undang.

Tim menemukan “Sawit ilegal marak di lokasi. Kami akan cek perusahaan mana yang menerima pasokan sawit ilegal tersebut, dan akan di umumkan rantai pasokan ke publik. Soal pembakaran gambut, akan kami cek rantai pasokannya, sehingga pemain besarnya nnti bisa dipidana” Tegas Vivien.

Berita sebelumyaSiswa di Pekanbaru Ini Diamankan Satpol PP Karena Main Gaple Saat Jam Belajar
Berita berikutnyaHeboh! Penemuan Hewan Yang Bentuk Kepalanya Seperti Martil