Musikus India Menjalani Bedah Kepala Sambil Main Gitar

1
404

Seorang Musikus di India, yang bernama Abhishek Prasad, dinyatakan mengidap kejang otot pada jemari tangannya. Untuk menyembuhkannya, dokter melakukan operasi besar pada otaknya, tetapi membiarkan Prasad dalam keadaan sadar sambil memainkan gitar.

Prasad mengatakan, sebelum dioperasi dia kerap merasa sakit pada jari-jarinya kemudian kaku. Dokter lantas memeriksa dan menyatakan Prasad mengalami ‘Dystonia Musikus’. Gejalanya bisa nyeri dan kejang, gerakan berulang tidak terkendali dan melintir, serta postur abnormal.

“Saya kira tadinya karena terlalu banyak berlatih. Kemudian setelah istirahat dan mau mulai lagi, ternyata jari-jari saya tetap kaku. Beberapa dokter mengatakan kalau itu bisa jadi karena ototnya kelelahan. Saya kemudian diberikan penghilang rasa sakit, multi vitamin, antibiotik, fisioterapi, dan lainnya,” kata Prasad.

Karena tidak kunjung sembuh, Prasad kemudian dirujuk kepada ahli saraf sembilan bulan lalu. Alhasil, dia diharuskan menjalani bedah otak di Kota Bangalore.

“Saya awalnya takut. Namun, dokter saya, Sharan Srinivasan, meyakinkan saya,” ujar Prasad.

Prasad lantas dibedah dan dia mengaku ingat betul setiap tahapannya. Menurut dia, sebelum tengkorak kepalanya dibuka, dokter terlebih dulu melakukan pemindaian MRI, dan memasang sebuah kerangka dengan empat baut supaya. Dia mengatakan, pemindaian dilakukan buat mengetahui seberapa dalam elektroda itu harus dimasukkan ke dalam otak. Prasad mengaku selama operasi tidak merasakan sakit meski sadar.

Dari penjelasan dr. Srinivasan, Prasad tidak merasakan apapun karena dibius lokal ketika dibedah. Dalam operasi itu, Srinivasan menyatakan membuat lubang dengan diameter 14 milimeter, kemudian memasukkan sebuah batang elektroda ke tengkorak Prasad hingga kedalaman delapan hingga sembilan sentimeter, kemudian membakar saraf yang ‘korslet’.

“Dia tetap sadar selama operasi, dan hasilnya langsung terlihat di meja operasi karena jari-jarinya mulai bisa digerakkan secara normal,” kata Srinivasan.

“Setelah pembakaran yang keenam, jari-jari saya bisa bergerak,” ucap Prasad.

Setelah operasi, Prasad mengaku tangan dan kaki kirinya terasa tak bertenaga. Namun, menurut Srinivasan kondisi itu akan pulih dalam sebulan. Srinivasan mengatakan,
operasi otak dengan kondisi pasien sadar adalah sebuah prestasi bagi dunia kedokteran India.

Berita sebelumyaViral, Anak 14 Tahun di Tangerang Bertinggi Hampir 2 Meter
Berita berikutnyaSuporter Persib Raja Denda

Comments are closed.