Sidang Pra Peradilan Miryam S Haryani Memanas

0
261

Persidangan pra peradilan anggota Komisi II DPR RI, Miryam S Haryani yang dijadwalkan hari ini berlangsung sengit. Hal ini lantaran salah satu pengacara Miryam, Mita Mulia beradu argument dengan Asiadi Sembiring, hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menangani perkara ini.

Sidang memanas terjadi saat memasuki akhir sidang, dimana Asiadi memberi kesempatan pada pihak pengacara untuk mengajukan tanggapan. Akan tetapi Mita malah berbicara terkait pemeriksaan lanjutan penyidik KPK terhadap kliennya. Atas hal itu, Asiadi langsung memotong pembicaraan Mita dan mengatakan bahwa peradilan hanya mengurusi masalah praperadilan.

“Di sini hakim pra peradilan hanya memeriksa permohonan pra peradilan. Hal-hal di luar itu, bukan wewenang perngadilan,” kata Asiadi.

Tak sampai di situ, Mita pun memohon untuk menghadirkan Miryam ke siding pra peradilan selanjutnya. “Mohon maaf yang mulia, kmi ingin menghadirkan principal kami,” tambah Mita. Tapi hakim Asiadi menolak permohonan Mita tersebut. “Untuk permohonan pra peradilan enggak ada kewajiban menghadirkan principal,” tegas Asiadi.

Asiadi pun menambahkan, agenda sidang pra peradilan berikutnya adalah mendengar jawaban KPK. “Sekali lagi saya jelaska, ini bukanlah siding peninjauan kembali. Tolong baca lagi aturan yang ada. Saudara kan sudah membacakan wewenang hakim praperadilan, jadi jangan Tanya lagi,” paparnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setiadi, meminta tim kuasa hukum Miryam untuk tidak keluar dari koridor aturan yang ditetapkan pengadilan soal pra peradilan.

“Memang benar, hakim pengadilan pra peradilan tidak memeriksa substandi pokok perkara. Hakim hanya memeriksa hokum acara yang dilakukan KPK terhadap pemohon yang disini adalah Miryam,” jelas Setiadi. (dini)

Berita sebelumyaWow, Untung Cetak E-KTP PT Sandipala Arthapura Sebesar Rp 140 Miliar
Berita berikutnyaKarena Tak Punya Uang, Orang Tua Bayi Kembar Terpaksa Memilih Satu Diantaranya untuk Diselamatkan