Hebat! Tukang Becak Ini Menanam Satu Pohon Setiap Hari Selama 48 Tahun

0
319

Selama 48 tahun, penarik becak bernama Samad ini sudah menanam satu pohon setiap harinya sejak ia berusia 12 tahun. Meskipun pendapatannya sebagai tukang becak terbilang kecil, Samad tetap membeli satu bibit pohon setiap harinya untuk ditanam.

Pria penarik becak berusia 60 tahun asal Bangladesh sudah menanam setidaknya satu pohon setiap hari sejak usianya 12 tahun. Artinya hingga saat ini dia sudah menanam lebih dari 17.500 pohon sepanjang hidupnya.

Di kampung halamannya di Faridpur, dia dikenal sebagai pria dengan sebutan “Samad Pohon”. Sebagai penarik becak dia hanya mendapat penghasilan sekitar Rp 15 ribu per hari.

Uang itu jelas sedikit sekali untuk memenuhi kebutuhan perut keluarganya, tapi Samad nyatanya bisa bertahan hingga saat ini dan bahkan dia mampu membeli setidaknya satu pohon di Pusat Hortikultura Faridpur saban hari.

“Saya tak bisa tidur sepanjang malam kalau tidak menanam sebatang pohon,” kata dia.

“Saya sudah menanam pohon sejak usia 12 tahun. Seringnya saya menanam di tanah milik pemerintah supaya tidak ada orang berani menebangnya. Saya juga merawat dan menyiramnya. Saya cinta semua makhluk hidup, binatang juga, tapi terutama pohon,” kata Samad.

Samad bersama sang istri dan empat anaknya tinggal di sebuah dua gubuk sederhana yang berdiri di tanah milik kantor pemerintah di Faridpur. Samad tidak punya lahan sendiri dan penghasilannya juga tidak cukup buat memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, tapi dia selalu mengutamakan membeli sebuah pohon.

Istrinya, Jorna, kadang memarahinya, tapi dia tidak peduli. “Kadang saya melarang dia menanam tapi dia tidak mau dengar. Cintanya menanam pohon tidak bisa dicegah.”

Tetangga Samad sudah tahu mengenai kebiasaan uniknya itu. Sejumlah warga menunjukkan ada banyak pohon-pohon besar yang sudah Samad tanam. Mereka salut dan hormat kepada Samad.

Atas jasanya itu Samad baru-baru ini mendapat penghargaan dari harian the Daily Star dan dia diberi uang senilai Rp 16 juta untuk memperbaiki rumahnya. Dalam pidato ucapan terima kasihnya, Samad meminta semua orang mengikuti jejaknya dan melindungi lingkungan.

“Saya tidak bisa melakukannya sendiri. Saya butuh bantuan Anda semua,” kata dia.

Meski mendapat uang, bagi dia ‘hanya bila pohon terakhir telah tumbang ditebang; hanya bila tetes air sungai terakhir telah tercemar; hanya bila ikan terakhir telah ditangkap; barulah kita sadar bahwa uang di tangan tidak dapat dimakan.’

Berita sebelumyaFoto Bugilnya Tersebar Di Dunia Maya, Atlet MMA Ronda Rousey Curigai Sang Mantan
Berita berikutnyaTernyata Inilah Fungsi Fasilitas SWDKLLJ Di STNK Dan Cara Penggunaannya