Perampokan Davidson Melibatkan Penebar Paku, Jatahnya Rp 14 Juta!

0
515

Polisi akhirnya berhasil meringkus komplotan perampok di SPBU Daan Mogot yang menewaskan bos koperasi Davidson Tantono. Komplotan tersebut berhasil membawa kabur uang Rp 350 juta.

Menurut polisi, komplotan rampok tersebut menggunakan modus menggembosi ban kendaraan korbannya. Tujuannya agar korban berhenti dan kemudian mereka merampas tas milik korban yang berisi uang.

Berdasarkan pengakuan salah seorang pelaku T yang ditangkap polisi, ia mendapat jatah Rp 14 juta untuk tugas menebar paku.

“Yang ditangkap itu, dapat Rp 14 juta. Yang berinisial T,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.

Sebagai penebar paku, T menaruh paku di dekat ban mobil milik Davidson. Paku yang disebar pun sudah dimodifikasi oleh pelaku dan sangat efektif untuk membuat ban kempes. Dengan demikian, kelompok perampok ini sudah dapat memperkirakan lokasi berhentinya korban.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengembangan penyelidikan kasus tersebut. Sementara ini, baru T yang diketahui berapa jumlah nominal yang didapatnya.

“Kalau yang lain belum tahu dapat berapa persennya,” ucap Setyo.

Diduga, setelah pembagian jatah hasil rampokan dari Davidson senilai Rp 350 juta, para pelaku langsung melarikan diri ke luar Pulau Jawa.

Ini diketahui dari lokasi tertangkapnya para pelaku di tempat yang berbeda-beda. Polisi menangkap pelaku di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat dan di Lampung.

Keduanya bukan pelaku utama penembak Davidson. Seorang pelaku berperan sebagai mata-mata, seorang lainnya sebagai penebar paku.

Selain peran itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono menjelaskan ada juga pelaku yang berpura-pura sebagai nasabah bank.

Tugasnya mengawasi korban potensial yang akan menarik uang dalam jumlah banyak.

Setelah mendapatkan target, pelaku tersebut akan memberikan informasi soal ciri-ciri target ke teman-temannya yang berada di parkiran bank.

“Orang itu hanya ada di dalam bank saja, melihat. Kemudian, setelah dia dapat sasaran, ia memberitahukan temannya yang ada di parkiran bank berdasarkan ciri-ciri dan identitas lainnya,” paparnya.

Selanjutnya berdasarkan informasi ciri-ciri, target itu akan dibuntuti oleh pelaku lain yang menunggu di parkiran bank.

“Nanti kemudian, yang di luar akan berperan sebagai penyebar paku,” imbuhnya. (dini)

 

Berita sebelumyaParanormal Ulfa Sebut Jupe Belum Meninggal?
Berita berikutnyaHonda Luncurkan Mobil Masa Depan