Inilah Tiga Fakta Menyedihkan Dibalik Penembakan Maut Italia!

0
473

Tangis keluarga pecah saat jenazah korban penembakan yang menimpa Koas Italia Chandra Kirana Putri (23) tiba di rumah duka, di kawasan perumahan Bugel Indah, Karawaci, Tangerang.

Di sekitar rumah korban juga sudah banyak pelayat yang berdatangan. Rencananya, korban akan dimakamkan pada Selasa (13/6) siang ini di Selapajang, Tangerang.

Italia merupakan korban perampokan disertai penembakan yang terjadi Senin (12/6) kemarin pukul 13.40 WIB di rumah korban di Karawaci, Tangerang.

Saat itu, Italia dan ibunya memergoki aksi perampokan motor yang terjadi di depan halaman rumahnya. Italia pun sempat melawan perampok dengan melempari sapu dan berteriak maling. Namun apa daya, perampok yang panik langsung memuntahkan timah panas ke arah Italia. Italia pun jatuh tersungkur dan meregang nyawa.

Dibalik peristiwa keji tersebut, ternyata ada tiga fakta menyedihkan yang terjadi dalam aksi perampokan yang memakan korban jiwa itu.

  1. Italia Ditembak dari Jarak Dekat
Aksi perampokan bersenjata api ini terjadi siang bolong di rumah Italia Chandra Kirana Putri (23) di kawasan Karawaci, Tangerang. Sebelum tewas, diketahi koas dokter gigi tersebut sempat melakukan perlawanan.
“Pelaku maling motor, masuk ke rumah korban. Pada saat mau dibawa (motornya), korban dan ibunya teriak ‘maling’ dan sempat memukul pelaku pakai sapu,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan.
Aksi tersebut berlangsung cepat, kurang dari semenit, pada Senin (13/6) sekitar pukul 13.40 WIB. Kejadian ini bermula ketika dua pelaku mendatangi rumah korban dan berniat mencuri motor Honda Beat yang diparkir di garasi rumah korban.
Korban yang sedang bersama ibunya itu memergoki aksi pelaku dan meneriakinya ‘maling’. Sontak, pelaku panik langsung ke luar rumah korban sambil berlarian.
Italia pun mengejar keduanya hingga ke luar rumah sambil melempari pelaku dengan sapu. Tidak sampai situ, Italia kembali ke dalam rumah, lalu keluar lagi dengan membawa sapu lidi untuk menghampiri kedua pelaku.
Pelaku kemudian berbalik dan mengeluarkan senjata api. Satu kali tembakan yang diarahkan pelaku mengenai dada korban.
“Pelaku menembak korban dari jarak dekat,” ucapnya.
Korban pun ambruk seketika. Ibu korban yang berada di rumah langsung keluar dan melihat korban sudah tergeletak di aspal jalan.
Pada saat bersamaan, kedua pelaku melarikan diri dengan motor berwarna biru yang ditumpanginya. Kedua pelaku tidak sempat mengambil motor Honda Beat yang menjadi incarannya.
“Ciri-ciri pelaku sudah kita kantongi. Mohon doanya agar pelaku segera tertangkap,” tutur Harry.
2. Helm Pelaku Tertinggal di Lokasi Kejadian
Italia Chandra Kirana Putri (23) menjadi korban penembakan pelaku curanmor karena aksinya dipergoki. Salah seorang pelaku diduga tak sempat membawa helm miliknya.
“Ada helm satu ketinggalan. Warnanya hitam. Kayaknya itu punya si pelaku,” kata tetangga dekat korban yang enggan menyebutkan namanya.
Dia menyebut helm itu berada di jalan depan rumah korban. Helm tersebut ditinggal pelaku yang kabur menggunakan sepeda motor.
“Nggak tahu itu karena dia buru-buru apa gimana. Kan orang-orang udah langsung ramai. Kayaknya helm itu udah dibawa polisi,” ujarnya.
Seperti diketahui, kedua pelaku mengincar motor Honda Beat di rumah korban. Motor Italia tidak sempat diambil karena aksi pelaku telanjur dipergoki korban.
Korban sempat melempari pelaku dengan sapu dan berteriak ‘maling’. Pelaku yang sudah sempat lari dari rumahnya itu kemudian berbalik arah dan menembak korban.
Italia pun ditembak dari jarak dekat sehingga ambruk dan bersimbah darah. Korban sempat dilarikan ke RS Sariasih, namun nyawanya tidak tertolong.
3. Italia Korban Penembakan di Tangerang, Seorang Koas Dokter Gigi
Dua orang pelaku curanmor menembak Italia Chandra Kirana Putri (23), karena aksinya dipergoki. Italia baru saja wisuda dan diketahui sedang menjalani masa koas kedokteran gigi.
“Dia baru wisuda. Kuliah di Trisakti jurusan kedokteran gigi. Kayaknya lagi koas, lagi praktik-praktik gitu,” kata seorang ibu yang merupakan tetangga dekat korban yang enggan menyebutkan namanya. (lia joulia)
Berita sebelumyaPerampokan Bersenpi Makin Merajalela, Masyarakat Diminta Waspada
Berita berikutnyaIni Foto Pelaku Penembakan Italia di Karawaci, Tangerang!