Koalisi Tolak Hak Angket Laporkan Pansus Angket KPK ke Mahkamah Kehormatan Dewan

0
232
dok. tribunnews.com

Sekelompok orang bermasker mendatangi Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR untuk melaporkan Pimpinan DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon serta 23 Anggota Panitia Khusus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mereka adalah para aktivis Indonesia Coruption Watch (ICW) dan juga aktivis dari Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBHI) yang tergabung dalam Koalisi Tolak Hak Angket untuk KPK (Kotak). Mereka menduga Fahri Hamzah, Fadli Zon, serta 23 Anggota Pansus Angket KPK melanggar kode etik.

Masker yang mereka gunakan saat membuat laporan ke MKD merupakan simbol kalau pihakya telah mencium bau tak sedap terkait pembentukan Pansus Angket KPK.

Adapun alasan mereka melaporkan beberapa nama dewan, menurut Aktivis ICW Tibiko Zabar karena ada alasan kuat.

Seperti Fahri Hamzah, dilaporkan karena tindakannya saat rapat paripurna pada 28 April 2017 yang tidak demokratis saat memimpin pembahasan usulan hak angket.

“Ini melanggar Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kode Etik DPR RI,” katanya.

Fadli Zon dilaporkan karena memimpin rapat tertutup dan memilih pimpinan Pansus Hak Angket pada 7 Juni 2017. Ini juga menyalahi Kode Etik DPR RI.

Sedangkan 23 Anggota Pansus Hak Angket KPK dilaporkan karena telah ikut dalam Pansus Hak Angket menghadiri dan membahas sejumlah agenda rapat.

Sementara itu, Koordinator Bantuan Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Julius Ibrani meminta Ketua MKD memanggil dan memeriksa terlapor I, II dan III atas dugaan pelanggaran Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kode Etik DPR RI.

“Kalau bisa, para terlapor bisa segera dipanggil MKD,” pinta Julius.

Julius juga meminta MKD menghentikan berjalannya Pansus Hak Angket KPK karena proses pembentukannya tidak sesuai dengan UU MD3.

“Menegakkan kode etik DPR RI dengan memberikan sanksi kepada terlapor apabila dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran kode etik DPR RI,” kata Julius. (lia joulia)

Berita sebelumyaGaruda Indonesia Bangkrut?
Berita berikutnyaMobil Bus Khusus Warga Jakarta!