Effendi Gazali Sebut Presidential Threshold 20 Persen Sangat Radikal

0
168
Pengamat politik Efendi Gazali. (dok.Youtube)

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah sepakat menetapkan Presidential Threshold 20 Persen pada pemilu 2019 mendatang. Sebelumnya, penetapan angka 20 persen Presidential Threshold tersebut sempat jadi polemik panjang. Bahkan, tiga fraksi di DPR sempat walk out saat paripurna berlangsung 2017 lalu.

Terkait hal itu, pengamat politik Effendi Gazali menyebut ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen sebagai ketentuan radikal. Dia beralasan, bahwa presidential threshold adalah kententuan radikal karena dapat merujuk kepada calon tunggal pada Pemilihan Presiden 2019.

“Itu membuat pemilu serentak dengan presidential threshold ujungnya (akan) ada calon tunggal. Menurut saya radikal, radikal betul itu,” kata Effendi Gazali dalam sebuah diskusi di Resto Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/6/2018).

Pengajar FISIP UI ini mengatakan, pendiri negara ini tidak berpikir untuk membatasi siapa saja yang akan jadi pemimpin negara.

“Pendiri negara kita nggak pernah berpikir membatasi orang supaya jangan ikut dalam pemilu. Sebab, presidential threshold 20 persen juga dapat memunculkan perasaan diskriminatif. Nah, kalau nanti di ujungnya ada calon tunggal, (maka) orang akan merasa terpinggirkan partisipasi politiknya,” ujarnya menghimbau.

Lanjut dia, ketentuan itu semakin menguatkan pikiran bahwa rakyat bias tidak bisa masuk dan memainkan peranan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sekali lagi, pemilu serentak yang ada presidential threshold menurut saya, itu cara yang sangat radikal,” kata Effendi dalam diskusi akhir pekan itu.

Sumber: Netralnews.com

Berita sebelumyaPuti – Risma Sahur Lesehan di Trotoar
Berita berikutnyaIni Alasan Sekber Ajukan TGB jadi Pendamping Jokowi di Pilpres 2019