DPR: Semua Caleg, Terutama dari PKS Harus Paham Pancasila

0
121
Anggota DPR RI HM Nasir Djamil. (rmol)

Anggota DPR RI HM Nasir Djamil mengatakan, semua calon anggota legislatif, terutama yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus benar-benar memahami makna Pancasila.

“Semua calon legislatif, khususnya diusung PKS pada pemilu nanti, harus paham Pancasila serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata HM Nasir Djamil di Banda Aceh, Senin (4/6/2018).

Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Provinsi Aceh itu menyebutkan, Pancasila merupakan benteng dan jati diri Bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan globalisasi dan perubahan zaman.

Oleh karena itu, lanjut dia, jangan sampai ada calon legislatif dari PKS, maupun kader dan simpatisan PKS tidak memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.”Jangan sampai ada calon maupun anggota dewan terpilih, khususnya dari PKS, tidak memahami apa itu Pancasila. Selain itu juga tidak paham apa itu Bhinneka Tunggal Ika, apa itu NKRI dan UUD 1945,” tegas dia.

HM Nasir Djamil menyebutkan, Pancasila dan pilar kebangsaan berbangsa dan bernegara lainnya seperti Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945, harus dipahami dengan sungguh-sungguh.

“Selain memahaminya, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun pada kerja-kerja sebagai anggota legislatif jika terpilih nanti,” kata HM Nasir Djami seperti diberitakan Antara.

Selain itu, Anggota Komisi III DPR RI mengajak semua pihak terlibat aktif dalam pembangunan serta menghindari penyebaran kabar bohong atau hoaks serta isu-isu sara, khususnya di media sosial.

“Semuanya harus bijak dengan media sosial. Jangan sampai menyebarkan fitnah, berita bohong dan mengadu domba, sehingga timbul perpecahan di masyarakat. Dan ini tentu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” pungkas HM Nasir Djamil.

Sumber: Netralnews.com

Berita sebelumyaGedung DPR dan DPRD Riau Jadi Target Bom, Ini Kata Fahri Hamzah
Berita berikutnyaKader Golkar Desak KPK Usut Korupsi e-KTP Dipercepat, Ini alasannya