Komentar Tak Terduga Aman Abudrrahman Soal Pelaku Bom Surabaya

0
154
Terdakwa teroris Bom Thamrin Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Dok. JawaPos.com)

Terdakwa kasus bom Thamrin Aman Abdurrahman mengaku tidak mendukung bom bunuh diri yang dilakukan Dita Oeprianto dan Tri Mirtiono. Sebab aksi itu melibatkan istri dan anak-anaknya.

Kata Aman, aksi yang dilakukan istri Dita, Puji Kuswati yang membawa dua anak perempuannya untuk meledakkan diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya, merupakan tindakan yang tidak sesuai ajaran Islam.

“Itu tindakan tidak mungkin muncul dari orang yang memahami ajaran Islam dan menganut tuntunan jihad dan tidak mungkin muncul dari orang yang sehat akalnya,” kata Aman saat membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Jakarta, Jumat (25/5).

Begitu pula aksi Tri yang membonceng anaknya untuk melakukan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya. Untungnya, salah satu anak pelaku bernama Ais berhasil selamat. “Itu tindakan keji dengan dalih jihad,” sebut Aman.

Dia menyebut para pelaku itu adalah orang yang sudah tidak memiliki akal. “Dua kejadian di Surabaya itu saya katakan orang yang lakukan, merestui, atau mengajarkan atau menamakan jihad adalah orang-orang yang sakit jiwanya dan frustrasi dari kehidupan. Islam lepas dari tindakan semacam itu,” tegas Aman.

Pria yang juga diduga terlibat dalam serangkaian aksi teror itu juga mengaku tidak pernah mengajarkan pengikutnya untuk menyerang aparat keamanan. Bahkan Rasulullah pun katanya tidak pernah memerintahkan untuk menyerang mereka.

“Atas dasar itulah, saya tidak pernah menyerukan ajakan untuk menyerang aparat keamanan dan orang-orang Nasrani,” pungkas Aman.

Sumber: Jawapos.com

Berita sebelumyaRupiah Kian Merosot, BEI Meminta BI Tak Perkeruh Persepsi Investor
Berita berikutnyaAman Abdurrahman Tantang Balik Majelis Hakim