Survei Pilpres IDM: Prabowo Menang, Budi Gunawan Cawapres Terkuat

0
2299
Prabowo Subianto. (Istimewa/NNC)

Jika Pilpres digelar hari ini, maka calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto akan keluar sebagai pemenang. Ia mengungguli lawan-lawannya, termasuk calon petahana Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu tergambar dalam hasil survei terbaru terkait Pilpres 2019 yang dirilis oleh Indonesia Development Monitoring (IDM). Ada beberapa indikator yang dipakai IDM, salah satunya yakni tingkat keterpilihan alias tingkat elektabilitas beberapa tokoh yang digadang-gadang bakalan maju nyapres.

Hasilnya, dari berbagai simulasi, baik itu simulasi lima nama, empat nama, tiga nama, dan dua nama, elektabilitas Prabowo unggul atas Jokowi dan capres lainnya.

“Pertanyaan terbuka, jika Pemilu 2019 diselenggarakan hari ini, siapa dari dua nama ini yang akan dipilih menjadi presiden? Prabowo Subianto 50,1 persen, dan Joko Widodo 29,8 persen dan 20,1 persen responden tidak menjawab,” ungkap Direktur Eksekutif IDM, BinFirman Tresnadi dalam konferensi pers di kawasan  Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Sementara untuk pertanyaan yang sama saat ditanyakan kepada para responden secara tertutup, lanjut Firman, elektabilitas Prabowo pun semakin moncer. “Responden memilih Prabowo Subiantosebanyak 52,9 persen, Joko Widodo 31,2 persen, dan tidak memilih 15,9 persen,” ucap dia.

Firman menjelaskan, dengan modal perolehan suara pada Pilpres 2014 sebesar 62.576.444 pemilih, Prabowo dianggap mampu menjaga konstituennya.

Adapun konsistensi Ketua Umum Partai Gerindra itu, disebut Firman, yaitu menjadi oposisi terhadap pemerintahan Jokowi-JK dan keteguhannya akan program-program perjuangan pada masa kampanye lalu, menjadi modal utama Prabowo.

Selain itu, lanjut Firman, sikap Prabowo yang dinilai oleh responden memiliki jiwa kenegarawanan yang ditunjukannya dalam meredam ketegangan dalam kasus Ahok, atau aksi 212 menuai banyak simpatik. Begitu juga dengan kemunculan tagar ganti presiden dan menguatnya politik identitas semakin menguntungkan Prabowo.

“Perkiraan jumlah DPT yang bertambah pada 2019, dari 133.574.277 menjadi 196.545.636 jiwa akan menjadi ladang tambahan suara bagi Prabowo,” ujar Firman.

Tak hanya calon presiden, IDM juga melakukan survei atas tokoh-tokoh yang pantas menduduki posisi sebagai calon wakil presiden (cawapres). Hasilnya adalah nama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan paling tinggi dibandingkan tokoh lain dengan memperoleh 12,6 persen suara responden.

“Tingkat elektabilitas yang tinggi dari Budi Gunawanmenjawab isu-isu negatif yang secara personal kepada Budi Gunawan selama ini. Dan masyarakat justru menilai Budi Gunawan sebagai korban kampanye politik negatif selama ini,” ungkap Firman.

Sementara di posisi berikutnya ditempati oleh Ketua Umum PKB Muhaimin  Iskandar dengan perolehan suara 11,8 persen, Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia yang juga politisi PDIP Puan Maharani 9,6 persen, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 8,7 persen.

Kemudian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 7,9 persen, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan 7,8 persen, Walikota Surabaya Tri Rismaharini 7,4 persen,
Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo dipilih 5,7 persen responden.

Selanjutnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dipilih 4,2 persen, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dipilih 2,3 persen, dan di posisi terakhir ditempati oleh Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang meriah suara responden sebanyak 1,2 persen.

Diketahui, survei IDM dilakukan dengan metode penarikan sampel multistage random sampling pada 400 kabupaten/ kota di 33 provinsi di Indonesia. Adapun responden yang dipakai sejumlah 2.450 orang yang disesuaikan dengan jumlah DPT Pemilu tahun 2014.

Survei dilaksanakan sejak 28 April sampai dengan 18 Mei 2018. Margin of Error survei ini lebih kurang 1,98 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber: Netralnews.com

Berita sebelumyaPengamat Sebut Sebaiknya Cawapres Jokowi Berasal dari Santri
Berita berikutnyaBandara Kertajati Diharapkan Terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban