Ingin Jadi Cawapres, Cak Imin Harus Buktikan Didukung Warga NU

0
120
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Istimewa/NNC)

Pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Haryadi, mengatakan gerilya politik yang dilakukan secara intensif oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk menjadi calon wakil presiden, harus dapat membuktikan dukungan dari masyarakat Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Haryadi, Cak Imin sebagai ketua umum partai politik yang basis massanya adalah dukungan tradisional dari keluarga NU atau kaum nahdliyin, harus berjuang keras untuk menjadi representasi politik sebagai NU pada kontestasi pemilu presiden 2019.

Muhaimin, kata dia, harus menjaga marwah politik PKB sehingga wajar jika Muhaimin terkesan “ngotot” mengejar target untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres).

“Muhaimin juga mengklaim siap menjadi cawapres Jokowi, dengan membentuk Posko Join (Jokowi-Muhaimin),” kata Haryadi melalui telepon selulernya, pada Minggu (20/5/2018) malam.

Dosen Ilmu Politik pada FISIP Universitas Airlangga Surabaya ini menilai, Muhaimin harus bekerja keras karena realitasnya suara kaum nahdliyin tidak solid, tapi terpolariasi pada sejumlah partai politik.

Menurut dia, bahwa masih ada keraguan sejumlah pihak yang menyangsikan dukungan NU terhadap Muhaimin akan solid, karena memang terjadi polarisasi di dalam tubuh keluarga besar NU itu sendiri.

“Jika dukungan dari keluarga besar NU kepada Cak Imin solid, saya yakin Pak Jokowi akan mempertimbangkan untuk menjadikannya sebagai cawapres pendampingnya,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Haryadi menilai, salah satu ujian bagi soildnya dukungan PKB dan NU terhadap gerakan politik Muhaimin untuk menjadi cawapres adalah, jika dirinya berhasil mengantarkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno, yang diusung koalisi PDI Perjuangan dan PKB dapat memenangkan pilkada Jawa Timur pada pilkada serentak 2018.

Jika Muhaimin berhasil menggerakkan dan meraup dukungan maksimal dari keluarga besar NU dan PKB Jawa Timur untuk kemenangan pasangan Saifullah dan Puti, maka dapat disebut Muhaimin memang didukung keluarga besar nahdliyin Jawa Timur.

“Sebaliknya, jika Cak Imin gagal memenangkan pasangan Saifulah dan Puti di Jawa Timur, akan membuat dirinya semakin sulit untuk mengklaim sebagai representasi politik NU,” kata Haryadi.

Sumber: Netralnews.com

Berita sebelumyaPilpres 2019, Peluang Koalisi Demokrat-Gerindra Terbuka Lebar, Ini Alasannya!
Berita berikutnyaPartai Berkarya: Terjadi Kerinduan Terhadap Pak Harto