Targetkan Pasukan Iran, Israel Tembakkan 70 Rudal ke Syria!

0
172
Israel tembakkan puluhan rudal ke Syria (Business Insider)

Militer Israel menyatakan, pihaknya telah melakukan serangan ke Syria. Seperti dilansir dari Washington Post pada Kamis, (10/5), Israel menembakkan puluhan rudal dengan target pasukan Iran di Syria. Ini menandai eskalasi signifikan dalam permusuhan regional, sehari setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

Israel mengatakan, serangan itu menjadi balasan dari serangkaian serangan yang diarahkan ke Israel di Dataran Tinggi Golan oleh Iran. Meskipun serangan itu tidak menimbulkan korban namun serangan itu menandai pertama kalinya pasukan Iran melakukan serangan langsung ke Israel.

Juru Bicara Militer Israel Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan, sejauh ini serangan itu menjadi serangan terbesar yang mereka lakukan. “Tetapi itu terfokus pada pasukan Iran,” katanya.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh kantor Syria, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Syria menggambarkan, serangan Israel sebagai fase baru agresi.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov meminta Israel dan Syria untuk menahan diri
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov meminta Israel dan Syria untuk menahan diri(Reuters) 

The Syrian Observatory for Human Rights mengatakan, setidaknya 23 orang tewas dalam serangan Israel hari Kamis tersebut. Kelompok HAM menjelaskan, lima tentara Syria dan 18 milisi tewas, tanpa menyebutkan anggota milisi Iran.

Tentara Syria mengatakan, hanya tiga orang yang tewas dalam serangan itu. Mereka mengklaim, sebagian besar rudal Israel telah ditembak jatuh.

Bagi penduduk Damaskus, serangan Israel membuat malam mereka menjadi mencekam. Mereka tak bisa tidur.

“Intensitas ledakan yang berulang-ulang sangat menekan kami,” kata seorang warga, yang menolak disebutkan namanya karena alasan keamanan.

Meskipun pertempuran Israel melawan Iran di Syria memunculkan kekhawatiran eskalasi lebih lanjut, namun pertempuran itu relatif terkendali. Sebelumnya, rudal ditembakkan dari Syria ditujukan hanya pada target di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, bukan dalam perbatasan yang diakui secara internasional di Israel.

Sekolah dan toko-toko di daerah itu buka seperti biasa. Sementara beberapa turis tampak tidak peduli.

Pertempuran antara Israel dan Iran di Syria tidak menyebar ke Lebanon, di mana Israel telah bertempur berulang kali dalam beberapa tahun terakhir.

Israel dan Iran memulai perang di jalur Syria dalam beberapa bulan terakhir, karena Israel telah berjanji untuk tidak membiarkan Iran membangun markas militer di sana.

Analis Senior di Le Beck International Michael Horowitz mengatakan, Israel sedang mencari kesempatan untuk menyingkirkan kehadiran Iran di Syria. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali hal itu pada hari Kamis. Dia meminta komunitas internasional harus mencegah kehadiran Pasukan Quds Iran di Syria.

Di Washington, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengutuk serangan roket provokatif dari Syria terhadap warga Israel. Ia mendukung hak Israel untuk bertindak membela diri.

Netanyahu bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu di Moskow. Netanyahu mengatakan, dia telah menjelaskan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri terhadap agresi Iran.

Reaksi Rusia terhadap serangan itu langsung diungkapkan. “Moskow prihatin dengan meningkatnya ketegangan dan berharap semua pihak akan menahan diri dan secara eksklusif mencari cara politik dan diplomatik untuk menyelesaikan semua masalah yang ada,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan, orang-orang Rusia menekankan perlunya menghindari gerakan yang saling mendorong baik dari Iran maupun Israel. “Kami yakin tidak ada niat seperti itu. Namun kadang insiden semacam itu terjadi.”

Rusia merilis analisis serangan Israel ke Syria. Serangan ke Syria dilakukan oleh 28 jet tempur Israel dengan menembakkan 60 rudal dan tambahan 10 rudal. Namun pertahanan udara Syria mampu menangkis setengah dari mereka.

Menurut tentara Israel, target yang terkena adalah markas logistik milik Pasukan Quds Iran, sebuah komplek logistik militer di Kiswah, sebuah kompleks militer Iran di utara Damaskus, gudang penyimpanan amunisi Pasukan Quds Iran di Bandara Internasional Damaskus, sistem intelijen dan pos yang terkait dengan Pasukan Quds Iran, dan observasi serta pos militer dan amunisi di zona penyangga antara Dataran Tinggi Golan dan Syria.

Sumber: Jawapos.com

Berita sebelumyaKepolisian Italia Bongkar Tersangka Jaringan Pendanaan Terorisme
Berita berikutnyaUsai Dilantik, Mahathir Janji Kembalikan Dana Pembangunan yang Dikorup