AS Keluar dari Kesepakatan Nuklir, Iran Kecewa

0
107
AS keluar dari kesepakatan nuklir yang membuat Iran kecewa (Jerusalem Post)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran. Hal ini jelas meningkatkan risiko konflik di Timur Tengah dan mengecewakan sekutunya, Eropa. Selain itu langkah Trump juga membuat pasokan minyak global berjalan tidak pasti.

Trump mengatakan di pidatonya yang disiarkan di Gedung Putih, ia akan menerapkan kembali sanksi ekonomi AS terhadap Iran. “Saya mengumumkan hari ini AS akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran,” kata Trump dilansirĀ AFP, Rabu, (9/5).

Kesepakatan yang dibuat pada 2015 ini dikerjakan oleh AS, Inggris, Tiongkok, Perancis, Jerman, dan Rusia, serta Iran sendiri. Ini dibuat sebagai imbalan bagi Teheran yang membatasi program nuklirnya dan dirancang untuk mencegah Iran mendapatkan bom nuklir.

Trump memutuskan AS keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran
Trump memutuskan AS keluar dari kesepakatan nuklir dengan IranĀ (Reuters)

Namun, Trump mengeluhkan kesepakatan yang ditandatangani oleh pendahulunya, Barack Obama. Menurutnya, dalam pakta tersebut tak dijelaskan program rudal balistik Iran, nuklir pada 2025, dan perannya pada konflik Yaman dan Syria.

“Kita tidak dapat mencegah bom nuklir Iran, kami tidak akan membiarkan kota-kota di Amerika diancam dengan kehancuran,” kata Trump.

Ia menambahkan, AS tidak akan membiarkan orang-orang yang berteriak ‘Matilah Amerika’ mendapatakan akses senjata paling mematikan di dunia. Oleh karena itu, ia menghentikan kesepakatan yang menurutnya cacat.

Dia menyebutkan perjanjian nuklir Iran yang berakhir pada 2030 memungkinkan Iran melanjutkan program pengembangan nuklir. Perjanjian itu, menurutnya, akan memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah. Sikap sepihak AS itu membuat Iran kecewa.

Sumber: Jawapos.com

Berita sebelumyaSering Dihina karena Muslim, Polisi Amerika Gugat Kantornya
Berita berikutnyaParah, Pembunuh Berdarah Dingin Israel Hanya Dihukum Ringan