Ini Himbauan MUI untuk Masyarakat Terkait Tahun Politik

0
79
Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa'adi (dok.Jurnal Indonesia)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat Indonesia membangun budaya politik elegan. Sehingga di tahun politik ini semua pihak, khususnya elit politik hendaknya bisa menahan diri dalam mengekspresikan politiknya termasuk dalam menyampaikan pernyataan agar tidak membuat suasana semakin panas, tegang dan penuh dengan kecurigaan.

Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa’adi juga mengatakan, perbedaan pilihan tidak harus diwarnai dengan saling menjelekkan dan memfitnah, menyebarkan berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian.

Pasalnya, hal tersebut selain tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, juga dapat menimbulkan gesekan dan retaknya bangunan kebangsaan kita.

Menurut MUI, di negara demokrasi kritik sekeras apa pun kepada pemerintah adalah sah dan dilindungi oleh konstitusi. Sepanjang kritik tersebut disampaikan dengan sopan, didukung oleh bukti, data dan fakta. Apabila tidak didukung oleh bukti dan data, hal itu dinamakan fitnah.

“Melakukan kritik itu tidak haram sepanjang kritik tersebut dapat dipertanggung jawabkan,” kata Zainut dalam keterangan tertulis yang NNC terima, Minggu (6/5/2018).

Lebih lanjut Zainut katakan, bahwa pemerintah tidak boleh panik dalam menerima kritik, karena kritik dapat dijadikan sebagai tolok ukur untuk menilai target capaian pembangunan. Pasalnya tugas pemerintah adalah memberikan penjelasan dan klarifikasi kepada publik dengan jujur dan transparan, sehingga tidak ada kesalahpahaman.

“Mari kita membangun budaya berpolitik yang elegan dengan nilai keadaban dan kesopanan. Jangan hanya karena berambisi ingin berkuasa kemudian menghalalkan segala cara,” imbau Zainut.

Sumber: Netralnews.com

Berita sebelumyaBapak Ini Perkosa Anak Kandungnya Sendiri Berulang Kali hingga Hamil
Berita berikutnyaTim Densus Bekuk Tiga Terduga Teroris di Bogor