DPR Ingin Wujudkan Parlemen Modern, Seperti Apakah?

0
62
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo. (Industry)

Mewujudkan Parlemen Modern adalah salah satu tekad yang sedang diperjuangkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Seosatyo. Tujuannya adalah supaya DPR tidak kalah dengan parlemen negara lain serta tertinggal perkembangan zaman. Mimpi itulah yang sedang diwaujudkan Bambang Soesatyo bersama 560 Anggota Dewan periode 2014-2019 yang kini tinggal sisa waktu satu tahun yakni pertengahan 2019 mendatang.

“Karena itu, berbagai perbaikan akan terus dilakukan untuk menuju Parlemen Modern sesuai dengan perkembangan dan kondisi Jaman Now,” kata Ketua DPR Bambang Soesatyo saat mengisi Kuliah Umum bertema ‘Wajah Baru Wakil Rakyat’ di Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel, Jakarta, Jumat (4/5/18).

Dia menyebut dengan istilah DPR Jaman Now, yang tentunya harus berbeda dengan DPR Jaman Old. DPR Jaman Now adalah parlemen yang menerapkan transparasi, teknologi informasi dan representasi.

“Seluruh kegiatan DPR dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat melalui aplikasi online,” paparnya.

Politisi yang pernah memimpin Komisi Hukum (Komisi III) DPR itu memaparkan, sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), telah terjadi penguatan terhadap berbagai tugas dan fungsi DPR RI saat ini.

Adapun, penguatan tersebut dilakukan guna mengawal proses check and balances dalam hubungan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Sehingga, dapat menghindari terjadinya abuse of power dalam penyelenggaraan kekuasaan negara.

“Kini fungsi pengawasan DPR RI diperkuat berupa hak melakukan pemanggilan paksa kepada pihak yang diperlukan hadir untuk dimintai keterangan. Ini semata dilakukan untuk mempermudah proses pengawasan yang dilakukan DPR RI. Demikian juga dengan hak imunitas, ini sama halnya yang melekat di berbagai profesi seperti wartawan, pengacara, maupun dokter. Saya jamin, DPR maupun anggotanya bukanlah pihak yang tidak bisa tersentuh oleh hukum,” kata Bambang.

Dijelaskan, perubahan lain yang terjadi, selain tiga fungsi yang sudah dimiliki berupa legislasi, anggaran, dan pengawasan, DPR saat ini mendapatkan dua fungsi tambahan, yaitu Diplomasi dan Representasi.

Bambang berpendapat, penambahan dua fungsi tersebut membuat DPR semakin berlari kencang dalam menyongsong perubahan zaman. Khususnya, menyikapi dinamika politik global maupun kehidupan sosial masyarakat di berbagai daerah.

“Parlemen sebagai bagian dari entitas politik negara juga harus berperan dalam percaturan diplomasi politik luar negeri pemerintah, terutama dalam membantu mewujudkan dunia yang lebih damai, adil, dan berkeadaban,” ujarnya.

Sementara, fungsi representasi, kata politisi Golkar, bahwa untuk menyerap dan menghimpun aspirasi rakyat melalui kunjungan kerja, serta menindaklanjuti dan memberikan pertanggungjawaban secara moral maupun politik kepada konstituen di daerah pemilihanya masing-masing.

Bamsoet, demikian dia disapa, menilai, semakin membaiknya konsolidasi demokrasi maupun kelembagaan politik yang sudah dilakukan, perlu juga mendapat dukungan dari perguruan tinggi. Dukungan bisa dilakukan dengan memberikan apresiasi maupun saran dan kritik yang membangun.

“Sebagai tempat dimana kaum intelektual berkumpul, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun lingkungannya. Jangan ragu untuk terus mengkritisi DPR RI maupun pemerintah. Tapi jangan lupa, untuk tak segan memberikan apresiasi terhadap berbagai kinerja yang telah dilakukan,” katanya.

Sumber: Netralnews.com

Berita sebelumyaJika Terbukti Melanggar UU Pemilu, Ini Hukuman untuk Ketua Umum PSI
Berita berikutnyaBapak Ini Perkosa Anak Kandungnya Sendiri Berulang Kali hingga Hamil