Prabowo Bilang, Era Jokowi sebagai Ekonomi Kebodohan? Ini Penjelasannya

0
169
Prabowo bersama Rahmawati. (Jawapos)
Setelah menyebut 2030 Indonesia sudah tak ada, kali ini Prabowo Subianto kembali melontarkan kalimat yang sangat-sangat menyeramkan. Apa itu?
Ketua umum Gerindra ini dengan sesumbar mengatakan  ”Era Jokowi sebagai Ekonomi Kebodohan”. Mantan Danjen Kopassus itu menyinggung soal ekonomi yang dianut oleh pemerintahan Jokowi.
Dirinya mengaku, tak habis pikir dengan strategi ekonomi yang diterapkan pemerintah saat ini. Dia menyebutnya sebagai sistem ekonomi kebodohan.
“Ini bukan ekonomi neoliberalisme, ini lebih buruk lagi, ini ekonomi kebodohan,” kata Ketua Umum Partai Gerindra itu di sela jamuan makan pagi di Hotel Tugu Lestari, Blitar, Jawa Timur, Jumat (4/5/2018).
 Prabowo yang sudah dua kali kalah di Pilpres itu  mengatakan, ekonomi neoliberal telah merusak ekonomi Pancasila. Namun menurutnya kali ini lebih buruk lagi.  “Jadi ekonomi kebodohan,” kata Prabowo.
Dia juga menilai, sumber daya alam melimpah untuk diolah dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Namun sayanganya, hal itu tak bisa membuat rakyat sejahtera karena dikelola oleh pihak asing.
“Kita punya sawah, sawah kita dikerjakan orang, dan hasilnya diambil orang, ”ujarnya mencontohkan.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rachmawati Sukarnoputri, yang kali ini ikut mendampingi safari Prabowo di Jawa Timur  mengatakan, solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan strategi ekonomi marhaenis. Yaitu dengan memberikan kesempatan kepada rakyat untuk memiliki alat produksi. Mereka juga harus mendapatkan perlindungan dalam usaha agar tidak digilas oleh kapitalisme,” kata Rachmawati.
Sebelumnya, dalam safari ke Jawa Timur, Prabowo dan rombongan mengawalinya dengan mengunjungi  pengasuh Ponpes Al Islah Bondowoso yang tengah dirawat di RS Delta Sidoarjo pada Kamis (3/5/2018) kemarin.
Setelah kunjungan itu, Prabowo langsung menuju Blitar untuk berziarah ke Makam Pahlawan Ir Soekarno pada Jumat (4/5/2018). Dari Blitar, rombongan menuju Nganjuk untuk bertemu para kader Gerindra.
Selepas dari Nganjuk, Prabowo akan menuju Bojonegoro pada Sabtu (5/5/2018) besok. Prabowo dijadwalkan menyapa para kader Gerindra di wilayah itu. Dan malam harinya, putra begawan ekonomi Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo itu akan menghadiri acara Haul Pondok Pesantren Sunan Drajat di Paciran, Lamongan.
Dari sana, rombongan menuju Pasuruan pada Minggu (6/5/2018) dengan menghadiri acara ‘Apel & Pengukuhan Laskar Divisi Raden Wijaya Jawa Timur’ di Prigen, Pasuruan.

Informasi yang dihimun awak media di Jakarta, Apel bersama ini akan dihadiri oleh 8.500 kader se-Jawa Timur. Adapun sejumlah tokoh nasional seperti mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Djoko Santoso, Rachmawati Soekarnoputri, budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) serta calon gubernur Jawa Timur yang diusung PDI Perjuangan, Saefullah Yusuf akan hadir dalam apel bersama Gerindra yang dipimin Ketum Gerindra tersebut, sebagaimana ditulis di laman jurnalolitik.

Sumber: Netralnews.com

Berita sebelumyaStop Bullying di Sekolah, Ini Rekomendasi KPAI
Berita berikutnyaUji Coba Ganjil-Genap di Pintu Tol Karawaci Ditunda, Ini Alasannya