PKS: Pidato Jokowi soal Kalajengking Bikin Keributan Tak Berfaedah

0
502
Saran Presiden RI Joko Widodo agar kepala daerah beternak kalajengking ketimbang korupsi tengah menjadi perbincangan publik. (Reuters)

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyarankan para kepala daerah untuk mencari racun kalajengking terus menuai sorotan. Padahal maksud dari contoh tersebut, Presiden hanya ingin agar kepala daerah tidak bertindak koruptif.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, dalam acara yang resmi, seharusnya Jokowi tidak berbicara mengenai hal-hal yang tidak jelas. Sebaliknya, seharusnya Jokowi membicarakan hal-hal yang menyangkut perekonomian bangsa.

“Presiden jangan berbicara yang¬†coming no where lah, (harus) ada teorinya, bagaimana membangun perekonomian negara, bagaimana meningkatkan perekonomian, jangan malah ternak kalajengking,” kata Mardani di Kantor Indikator Politik Indonesia, Jakarta, Kamis (3/5).

Jokowi saat touring dengan mengendarai motor Chopper beberapa waktu lalu.
Jokowi saat touring dengan mengendarai motor Chopper beberapa waktu lalu. (dok. JawaPos.com)

Mardani pun menduga ucapan mantan Gubernur DKI Jakarta itu merupakan masukan dari para penasihatnya. Tujuannya, Jokowi ingin meramaikan perbincangan di masyarakat.

“Kondisi sekarang kasian lah, akan ada keributan yang tidak bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui, video pidato yang beredar di media sosial itu dilontarkan pada saat Jokowi menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrembangnas) dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4) lalu.

Dalam pidato itu, Jokowi mempertanyakan komoditas yang paling mahal di dunia. Sang presiden pun dengan tegas menjawab racun kalajengking.

Bahkan, mantan Wali Kota Surakarta itu mempunyai perhitungan harga racun kalajengking mencapai senilai USD 10,5 juta per liter, atau sekitar Rp 142,8 miliar (kurs Rp 13.600).

Jokowi pun menyarankan kepada para kepala daerah yang hadir untuk mengumpulkan racun kalajengking daripada melakukan praktik korupsi.

Sumber: Jawapos.com

Berita sebelumyaSetelah Ingin Jadi Presiden, Sam Aliano Mendadak Jadi Tukang Sapu?
Berita berikutnyaJelang GP Spanyol, Pedrosa Masih Dibekap Cedera