Korsel-Korut Sepakat Bangun Jalur Kereta yang Menghubungkan Keduanya

0
116
pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In saat pertemuan. (Reuters)

Pertemuan bersejarah antar kedua pemimpin Korea, yaitu pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In, meningkatkan adanya kerja sama Social Overhead Capital (SOC) yang disepakati pada Jumat (27/4). Salah satunya adalah kedua pihak akan menghubungkan jalan lintas batas kereta api.

Kedua pemimpin Korea sepakat untuk mendorong proyek-proyek SOC. Sebagai bagian dari langkah pertama, Seoul dan Pyongyang setuju untuk menghubungkan jalan-jalan lintas batas dan jalur kereta api, serta meningkatkan infrastruktur yang ada.

Langkah-langkah praktis yang sudah ada adalah memanfaatkan kereta api Gyeongui yang menghubungkan Shinuiju, sebuah kota di perbatasan Semenanjung Korea dengan Tiongkok dan Seoul.

Selama pembicaraan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), Moon mengatakan, rel kereta api akan terhubung dengan Korut dan Korsel. “Korea Utara dapat menggunakan kereta api yang sudah ada di kemudian hari,” kata Moon dilansir dari Yonhap News Jumat (27/4).

Kim juga sempat memuji kualitas kereta api yang menghubungkan Seoul dan PyeongChang, tempat Olimpiade Musim Dingin 2018 pada Februari lalu.

Selama pembicaraan, Kim menyatakan bahwa jika Moon mengunjungi Pyongyang, akan lebih baik menggunakan pesawat terbang. Ia mengakui bahwa hal itu dikarenakan infrastruktur transportasi Korut tidak nyaman dan harus diperbaiki lebih lanjut.

Pembicaraan mengenai infrastruktur tidak hanya berpotensi mengarah pada sistem kereta api antar-Korea, tetapi juga meningkatkan kemungkinan untuk pembangunan bandara dan fasilitas infrastruktur penting lainnya. Termasuk untuk pengembangan zona ekonomi khusus di Utara yang dapat memperoleh manfaat dari investasi luar.

Dalam dua pertemuan sebelumnya pada tahun 2000 dan 2007, Seoul dan Pyongyang juga pernah setuju untuk bekerja sama membangun rel kereta api yang menghubungkan kedua Korea. Namun, aksi itu ditangguhkan karena berbagai alasan.

Pejabat pemerintah mengatakan kerja sama antar-Korea pada proyek-proyek SOC secara keseluruhan kali ini dapat dilaksanakan. Sebab kedua Korea diharapkan akan mengadakan pembicaraan tingkat impelmentasi untuk melaksanakan proyek konstruksi kereta api.

Lembaga Penelitian Ekonomi Konstruksi Korea atau Construction Economy Research Institute of Korea (CERIK) mengatakan Korsel dan Korut dapat memilih proyek-proyek SOC yang saling menguntungkan untuk kedua pihak dan mendorong mereka ke depan.

CERIK juga menyarankan agar Kompleks Industri Kaesong dibuka kembali. Sebab tempat itu ditutup pada Februari 2016 karena peluncuran rudal dan tes nuklir Korea Utara.

Sumber: Jawapos.com

Berita sebelumyaInilah Isi Deklarasi Panmunjom, Perjanjian Damai Korsel dan Korut
Berita berikutnyaMengerikan, Arkeolog Temukan Ratusan Kerangka Anak-anak Korban Tumbal