Tak Tahan Terus Dicabuli, Seorang Anak Laporkan Ayah Kandung ke Polisi

0
124
Pelaku berinsial S yang diduga telah mencabuli anak kandungnya selama empat tahun. Ia kini diamankan di Mapolres Indragiri Hilir (Inhil), Riau, pada Sabtu (28/4). (Istimewa/Jawapos)

Bunga (nama samaran) gadis yang masih berusia 15 tahun, warga Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, akhirnya melaporkan ayah kandungnya ke polisi setempat.

Itu dilakukan karena, Bunga sudah tak tahan lagi dengan perbuatan bejat pelaku berinisial S yang diduga telah mencabulinya sejak empat tahun silam.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony melalui Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir AKP M. Adhi Makayasa, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan pencabulan. Bahkan, setelah menerima laporan tersebut, petugas langsung menahan pelaku pada Sabtu (28/4) lalu.

“Petani itu dilaporkan sendiri oleh anak kandungnya, sebut saja bernama Bunga”, terang AKP Adhi, ketika dikonfirmasi, Minggu (29/4).

AKP Adhi menceritakan, perbuatan petani itu terbongkar, setelah Bunga mendatangi Polsek Kempas pada Jumat (27/4) sekitar pukul 21.00 WIB.
“Sambil menangis, Bunga meminta perlindungan petugas, dikarenakan takut kepada ayah kandungnya,” ungkapnya.

Menurut keterangannya, ketakutan itu disebabkan karena pelaku telah bertahun-tahun lamanya, menjadikan dirinya sebagai pemuas nafsu. Korban mengaku dipaksa oleh pelaku dan selalu diancam agar tidak memberitahukan hal tersebut kepada orang lain.

“Setelah buat laporan itu, korban tidak lagi bersedia pulang ke rumah orang tuanya, dia dibawa ke Polres Indragiri Hilir dengan pendampingan dari pihak P2TP2A Kabupaten Indragiri Hilir,” ucap Kasat.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku kalau aksi bejat yang dilakukannya tidak terhitung lagi. Karena, Perbuatannya itu berawal dari tahun 2014. Saat itu Bunga masih berumur 12 tahun, dan kala itu mereka masih menetap di daerah Sumatera Selatan.

Di awal tahun 2017, mereka kemudian pindah ke Provinsi Riau, perbuatan biadab itu kembali diulangi tersangka. “Setiap akan menyetubuhi korban, tersangka selalu melakukan paksaan. Dan selanjutnya setelah selesai, tersangka mengancam korban untuk tidak menceritakan kepada siapapun termasuk kepada ibu korban,” katanya.

Tersangka selalu memilih waktu melakukan perbuatan cabulnya itu ketika rumah dalam keadaan sepi. Saat anggota keluarga yang lain tidak berada di rumah.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 81 UU No. 35 tahun 2014, tentang Perubahan atas UU No. 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. “Tersangka terancam pidana penjara maksimal 15 tahun”, pungkas AKP Adhi.

Sumber: Jawapos.com

Berita sebelumyaAwas Kepincut, 5 Zodiak Ini Jagonya Memikat Hati
Berita berikutnyaGila, Ibu Ini Jual 2 Putri Kandungnya ke Hidung Belang