Pertemuan Bersejarah Korea, Kim: Sebuah Era Perdamaian, di Titik Awal Sejarah

0
112
Pemimping tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un. (News)

Pertemuan bersejarah terjadi di Korea dimana pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, menjejakkan kaki di Korea Selatan dan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Jumat (27/4/2018). Sejak sebelas tahun silam, baru kali ini digelar kembali pertemuan antara Korea Utara dan Selatan.

Kim dan Presiden Moon terlihat berjabat tangan dan tersenyum ke arah kamera sebelum pertemuan berlangsung. Kim juga mengisi buku tamu di Rumah Perdamaian sebelum menggelar pertemuan tersebut.

“Sejarah baru dimulai sekarang. Sebuah era perdamaian, di titik awal sejarah,” tulis Moon dalam buku tamu tersebut, melansir CNN.

Pertemuan itu dilakukan beberapa minggu sebelum Kim berencana untuk duduk bersama dengan Presiden Donald Trump. Kemampuan nuklir negara itu diharapkan menjadi topik utama diskusi selama KTT dengan pemimpin AS.

“Saya merasa seperti saya menembakkan suar di garis start pada saat (kedua Korea) menulis sejarah baru dalam hubungan Utara-Selatan, perdamaian dan kemakmuran,” kata Kim, melansir Fox News. Moon menjawab bahwa ada harapan yang tinggi bahwa mereka membuat perjanjian yang akan menjadi “hadiah besar bagi seluruh bangsa Korea dan setiap orang yang cinta damai di dunia.”

Pertemuan itu adalah tindak lanjut dari perjumpaan Kim Jong-il dan Presiden Kim Dae-jung pada 2000.

Perbincangan mengenai kemungkinan kesepakatan damai selalu menjadi agenda dalam kedua pertemuan yang dihelat di Pyongyang itu.

Secara teknis, kedua negara ini masih dalam status berperang karena Perang Korea pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Meski sudah menggelar dua pertemuan, asa perdamaian antara Korut dan Korsel selalu pupus di tengah jalan.

Kini, Kim pun berharap kedua negara dapat belajar dari pengalaman sebelumnya karena warga sudah menaruh harapan besar.

“Saya harap sebelas tahun yang hilang hingga hari ini tidak berlalu sia-sia, dan kita bisa bertemu lebih sering dan menyatukan pikiran dan sebelas tahun itu tidak akan sia-sia,” katanya.

Melanjutkan pembicaraannya, Kim berkata, “Saya berharap dapat menulis bab baru di antara kita. Saya percaya kita dapat membuat awalan baru, dengan komitmen yang saya tunjukkan dengan datang ke pertemuan ini.”

Menyambut pernyataan tersebut, Moon menyampaikan apresiasinya terhadap Kim karena menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang menjejakkan kaki di tanah Korsel.

“Kamerad Kim, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Anda melewati garis demarkasi militer. Itu tak lagi jadi simbol pemisahan, tapi simbol perdamaian. Saya ingin mengapresiasi keberanian dan keputusan yang Anda buat, Pemimpin Kim,” katanya.

Sementara Kim mengatakan pada Moon dia “tidak akan mengganggu tidur pagi Anda lagi,” mengacu pada tes rudal negara yang dipimpinnya.

Sumber: Netralnews.com

Berita sebelumyaTrump Akan Kunjungi Inggris, Warga Nyatakan Siap Tolak Kedatangannya
Berita berikutnyaAl Jazeera Bakal Buka Kantor di Jakarta