Ini Kronologi Tertangkapnya 6 Tersangka OTT di Surabaya

0
241

Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Basaria Panjaitan membeberkan kronologi perihal Operasi Tangkap Tangan (OTT) 6 orang tersangka kasus pemberian hadiah dan janji yang diterima oleh Ketua Komisi B DPRD Prov Jawa Timur dari para Kepala Dinas.

Menurutnya, OTT dimulai sejak Senin (5/6) kemarin pukul 14.00 WIB, dimana anak buahnya telah mendatangi kantor DPRD Jawa Timur.

Dari OTT tersebut, timnya berhasil mengamankan tiga orang yaitu staff DPRD Jawa Timur Rahman Agung (RA), Staff DPRD Jawa Timur Santoso (S), Anang Basuki Rahmat (ABR), seorang PNS, dan ajudan Kadis Pertanian Jawa Timur.

Di saat yang sama, kata Basaria, timnya yang lain juga mengamankan Bambang Heryanto (BH) dan Kadis Pertanian di kantornya.

Pada malam harinya, sekitar pukul 24.00 WIB, timnya Basaria kembali mengamankan dua orang di Jalan Raya Prigen Malang. Mereka adalah Muhammad Basuki (MB) selaku Ketua Komisi B Jawa Timur beserta supirnya.

“Terakhir yang diamankan itu Kadis Peternakan inisial ROH (Rohayati) di kediamannya pada dini hari, Selasa (6/6/2017) pagi,” ungkap Basaria.

Ketujuh orang itu pun dibawa untuk menjalani pemeriksaan sementara di Polda Jawa Timur, lalu mereka- kecuali sopir Moch Basuki, diberangkatkan ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan.

Dari hasil OTT ini, KPK berhasil mengamankam uang sejumlah Rp 150 juta yang terdiri pecahan uang kertas Rp 100 ribu, dari tangan Rahman Agung (RA) yang ditemukan penyidik di Ruang Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur.

‎Penyelidikan sementara mengungkap, uang itu adalah pembayaran triwulan kedua dari total komitmen Rp 600 juta oleh setiap Kepala Dinas yang diberikan ke DPRD terkait tugas pemantauan dan pengawasan DPRD Jatim tentang penggunaan anggaran tahun 2017.

Adapun asal usul uang Rp 150 juta ‎itu, menurut Basaria berasal dari kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Bambang Heryanto (BH) melalui perantara Anang Basuki Rahmat (ABR) ajudan Bambang Heryanto ke Rahmat Agung (RA), staf DPRD untuk Moch Basuki (MB), Ketua Komisi B.

‎”Selain Rp 150 juta, pada 26 Mei 2017 ada juga uang Rp 100 juta dari Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim soal revisi perda yang diterima MB. Pada 31 Mei 2017, MB menerima lagi Rp 50 juta dari Kepala Dinas Perisndustrian dan Perdagangan. Ada juga Rp 100 juta dari kadis Perkebunan dan Rp 150 juta dari Kadis Pertanian,” tambah Basaria.

Atas perbuatannya, Bambang, Anang dan Rohayati disangkakan sebagai pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juntco Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara tersangka Basuki, Rahman dan Santoso disangka selaku penerima suap ‎dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (Adfi)

Berita sebelumyaKTM Luncurkan 2 Tak Fuel Injeksi
Berita berikutnyaInilah Balasan Surat Ahok Pada Seorang Anak Perempuan Dari Balik Jeruji Besi