Pesawat yang Dipiloti Gubernur Aceh Mendarat Darurat, Ini Alasannya

0
402
Antara/ampelsa. EVAKUASI PESAWAT: Sejumlah warga mengevakuasi pesawat Shark Aero PK S 121 yang dipiloti Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf bersama pejabat pemerintah Taqwallah seusai mendarat darurat di perairan Pantai Desa Awee, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (17/2). Pesawat pribadi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf itu mendarat darurat karena mengalami gangguan mesin dalam perjalan dari Kabupaten Aceh Jaya menuju Bandara Blang Bintang, Aceh Besar. Irwandi Yusuf dan Taqwallah selamat, sedangkan kondisi pesawat mengalami patah sayap.

Berkabar.ID – Pesawat Eagle One jenis Shark Aero yang dipiloti Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mendarat darurat di kawasan Pantai Desa Lam Awe, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (17/2) siang.

Dari keterangan Kapolsek Peukan Bada Iptu Firmansyah, saat menjelang sore warga melihat pesawat tersebut terbang rendah lalu terjungkal di pasir.

“Iya, pesawat terjungkal dan kami tidak menyangka kalau itu pesawat gubernur,” ujar Firmansyah kepada wartawan di lokasi.

Warga lantas mendatangi lokasi kejadian. Terlihat kondisi pesawat mengalami patah di kedua sayapnya.

Irwandi mengendarai pesawat tersebut dalam perjalanan kunjungan kerja ke sejumlah kabupaten dan memeriksa proyek-proyek yang dibiyai APBN. Saat itu ia lepas landas dari Kabupaten Aceh Jaya bersama Asisten II Pemerintahan Aceh Taqwallah.

Kronologi Jatuhnya Pesawat

Foto: (KOMPAS.com/RAJA UMAR)

Sebelum peristiwa itu terjadi, Irwandi tengah berada pada ketinggian 3.500 kaki. Namun, mesin pesawat tiba-tiba mati saat berada di atas kawasan Leupung Aceh Besar. Diduga mesin mengalami masalah lantaran tidak lancarnya suplai bahan bakar.

“Lalu saya mengambil keputusan untuk mendarat darurat di kawasan Leupung. Alasannya, dengan kondisi mesin yang mati, pesawat tidak mungkin mampu mencapai bandara,“ katanya saat menggelar jumpa Pers, Sabtu (17/2).

Namun, lanjut Irwandi, mesin pesawat tiba-tiba menyala lagi dan bisa naik ketinggian 2.000 kaki. Kemudian kembali mati, sehingga Irwandi melapor ke menara untuk melakukan pendaratan darurat.

“Setelah berkomunikasi dengan menara di bandara Sultan Iskandar Muda, saya putuskan mendarat saja, saya melihat hamparan pasir di sisi kiri, proses pendaratan awalnya berjalan mulus”, ujar Irwandi.

Karena landasannya pasir, Irwandi mengaku dapat mengendalikan pesawat pribadinya mendarat darurat dengan mulus dan bagus meski sempat terjungkal dan mengalami patah sayap.

“Alhamdulillah saya dan Taqwallah, Asisten Satu Pemerintah Aceh, penumpang, tidak mengalami cedera,” ujarnya.

Berita sebelumyaIntip Seksinya Para Selebriti yang Kedapatan Pakai Baju Menerawang
Berita berikutnyaKekecewaan Sandiaga kepada The Jakmania