8 WN Taiwan Akan Dihukum Mati Atas Kasus Narkoba

0
438
Para tersangka WN Taiwan atas kasus penyelundupan sabu 1 ton. (focustaiwan.tw)

Berkabar.ID –¬†Masih ingatkah pada kasus penyergapan sabu di daerah banten pada bulan 12 Juli 2017 silam? Saat itu polisi menggagalkan penyelundupan sabu di hotel di Anyer, Cilegon, Banten. Polisi mendapati¬†51 karung yang masing-masing berisi 20 kilogram sabu saat akan dipindahkan ke dua mobil Inova.

Nilai dari peringkusan barang haram itu diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun. Jenis narkoba itu adalah satu metrik ton atau 1.000 kilogram serbuk metamfetamin kristal yang diimpor dari China. Tiga warga negara Taiwan pun ditangkap atas keberadaan barang haram tersebut, mereka adalah Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li.

Dalam penyergapan itu sebenarnya terdapat satu orang lagi yang merupakan otak utama sindikat sabu asal Taiwan, Lin Ming Hui. Namun Lin Ming Hui terpaksa harus ditembak mati di tempat lantaran melawan saat akan ditangkap.

Sementara itu untuk lima terdakwa lainnya, yakni Juan Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan, dan Tsai Chih Hung ditangkap tiga hari setelah penangkapan pertama di Pelabuhan Bea Cukai Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam. Total pelaku ada delapan orang yang masih hidup.

Pada Rabu (10/1) kemarin komplotan penyelundup 1 ton narkoba jenis sabu asal Taiwan ini pun menjalani sidang pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Delapan terdakwa dihadirkan di persidangan.

Sidang dengan agenda mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum itu memakan waktu sekitar 90 menit. Karena terkendala bahasa, delapan terdakwa asal Taiwan itu didampingi seorang penerjemah, Susi Ong.

Dalam dakwaan primer yang disampaikan jaksa, delapan orang itu didakwa melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual-beli, menukar atau menyerahkan narkotik golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

Dalam persidangan kemarin terungkap bahwa Chen, Liao dan Hsu bertanggung jawab untuk menerima obat-obatan terlarang di Indonesia. Sementara lima lainnya bertanggung jawab untuk mengirimkan obat-obatan ke Indonesia melalui kapal pesiar Taiwan.

Sedangkan Hsu dipekerjakan untuk mengambil obat-obatan terlarang di Indonesia dengan imbalan US$ 8.939 atau setara Rp 120 juta. Sementara Liao dan Chen masing-masing mendapatkan Rp 80 juta untuk pembongkaran dan pengemasan obat-obatan terlarang.

Dalam kasus serupa di tahun-tahun sebelumnya, penyelundup yang menyelundupkan narkoba lebih dari 1 kilogram metamfetamine biasanya diberi hukuman mati. Oleh karena itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun meminta agar delapan warga negara Taiwan yang diduga terlibat dalam operasi penyelundupan narkoba tahun lalu ini dijatuhi hukuman mati.

Para Terdakwa Tak Lakukan Eksepsi

Para terdakwa itu mengatakan tidak bakal mengajukan eksepsi. Karena itu, pada sidang lanjutan yang diadakan pada Senin (15/1) kemarin, sidang berlanjut ke pemeriksaan berdasarkan dakwaan, yang telah dibacakan JPU dan juga masuk ke pembuktian dengan menghadirkan saksi dan alat bukti lain.

Para pelaku didakwa melanggar Pasal 114 juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Delapan orang itu diancam hukuman maksimum, yakni hukuman mati. Dalam kelanjutan persidangan, para terdakwa akan didampingi kuasa hukum dari Pos Bantuan Hukum PN Jakarta Selatan.

Berita sebelumyaRumah DP 0% Anies-Sandi Diresmikan, Ini Bedanya Dengan Rumah Dp 1% Jokowi
Berita berikutnyaMakin Ketat, YouTube Tak Akan Gampang Beri Uang Kepada YouTuber