Situs Dewan Pers dan Kejaksaan Agung Diretas

7653
3320

Dua situs besar di Indonesia kembali diretas oleh hacker tak bertanggung jawab, yakni situs Dewan Pers dan situs Kejaksaan Agung pada Rabu (31/2) dini hari.

Laman depan kedua situs tersebut dirubah.

Pada situs Dewan Pers dirubah laman depannya dengan lambang menyerupai burung garuda berwarna merah disertai tulisan merah berlatar belakang hitam.

Padahal, pada Selasa (30/5) malam Berkabar.id masih dapat mengakses situs tersebut. Diduga, situs Dewan Pers ini dihack pada dini hari karena hingga saat ini situs tersebut masih belum bisa dibuka.

Selain merubah laman depan, sang hacker juga menuliskan pesan.

Ketika Garuda kembali terluka karena provokasi mahluk durjana. Ketika semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” kembali terabaikan karena aksi oknum yg mengatasnamakan agama. Ketika ayat-ayat suci jadi bahan perdebatan oleh orang-orang yang merasa memiliki surga. Ketika perjuangan pahlawan kemerdekaan sudah dilupakan begitu saja oleh mereka yg merasa paling berjasa.

Tolong hentikan perpecahan ini, tuan. Negaraku, bukan negara satu agama atau milik kelompok perusak adat budaya, juga bukan milik satu golongan.

#DamailahIndonesiaku #JayalahBangsaku #KitaIndonesia.

Di akhir tulisan, hacker┬ámenulis ‘M2404~2017’, diduga sebagai inisial si hacker.

Sementara itu, situs Kejaksaan Agung (www.kejaksaan.go.id), laman depannya diganti dengan gambar pacar Jocker, Harley Quinn.

web kejaksaan agung di hack
website kejaksaan agung kembali di hack oleh oran tak bertanggung jawab pada dini hari tadi.

Tak hanya itu, hacker juga meningalkan pesan terhadap kekhawatirannya pada keadaan Indonesia.

“We were all Indonesians, until race disconnected us. Religion separated us. Politics divided us.”

Hingga saat ini, belum diketahui siapa hacker di balik peristiwa peretasan ini, dan situs kejaksaan pun masih belum bisa dibuka. (lia joulia)

Berita sebelumyaAsus Motherboard ROG Terbaru Strix H270I dan ROG Strix B250I
Berita berikutnyaTips Menghilangkan Bau Naga Ketika Berpuasa

Comments are closed.