Bejat! Pemuda 24 Tahun Ini Cabuli Bocah SD Sebanyak 28 Kali, Berikut Ceritanya

0
310

Berkabar.ID -Perbuatan seorang pria bernama Abdul Ghofur (24) terbilang langka dan nekat. Pasalnya pemuda asal Jombang ini yang nge-kos di Jl Mojo Klangru Lor Surabaya telah berbuat cabul terhadap HD, bocah berusia 9 tahun sebanyak 28 kali.

Perbuatan yang tidak wajar yang dilakukan Ghofur ini dilakukan di kamar kosnya. Ghofur yang bekerja di sebuah rumah makan di Surabaya ini telah mencabuli korban yang masih duduk di kelas 3 SD ini, pertama kalinya dilakukan pada pertengahan bulan Sepetember 2017.

Kejadian bermula saat korban bermain sendirian di depan kamar kos pelaku. Melihat korban sendirian, pelaku selanjutnya memanggil dan mengajak masuk ke kamar sambil menunjukkan film di hanphone (HP).

“Pelaku (Abdul Ghofur) menunjukkan film-film lucu di HP ke korban. Di kamar, pelaku menyerahkan HP ke korban dan terus menoton film lucu itu,” ujar Kompol I Dewa Gede Juliana, Wakasat reskrim Polretabes Surabaya, Minggu (3/12/2017) sore.

Menyerahkan HP dan memperlihatkan film lucu, ternyata hanya pancingan pelaku. Lantaran, selanjutnya pelaku menyuruh korban tidur di ranjang dan melepas celana yang dikenakannya. Kemudian pelaku melakukan tindakan asusila terhadap bocah yang masih di bawah umur tersebut.

“Aksi pencabulan dilakukan berulang-ulang di kamar kos pelaku. Saat itu suasana kos pelaku sedang sepi dan tidak diketahui orang tua korban yang juga tinggal satu rumah kos dengan pelaku,” tutur Gede Juliana.

Dari hasil penyidikan yang sudah dilakukan, pelaku melakukan tindakan asusila terhadap bocah SD itu sebantak 6 kali pada September 2017. Selanjutnya pelaku mengulangi pada Oktober 2017 sebanyak 9 kali.

Ternyata perbuatan pelaku terus berlanjut di November 2017. Pelaku mencabuli korban sebanyak 13 kali.

“Kejadian terakhir tanggal 28 November 2017 di kamar kos orang tuan korban yang sedang keluar. Modusnya sama, yakni menyerahkan HP dan memperlihatkan film lucu,” terang Gede Juliana.

Kasus ini akhirnya terbongkar setelah korban bercerita kepada orang tuanya pada akhir November 2017. Lantas orang tua korban tidak terima dan melaporkan tindakan tak senonoh pelaku ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polretabes Surabaya.

“Kami menangkap pelaku di rumah kosnya dan sekarang dilakukan penahanan,” kata Gede Juliana.

Selain menangkap pelaku, polisi mengamankan HP milik pelaku, celana dan kaos milik korban sebagai barang bukti.

Atas tindakannya, Ghofur dijerat dengan Pasal 82 UURI No. 35 Tahun 2014 tentang perbuatan atas UURI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Berita sebelumyaWanita Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta di Bekasi. Kondisinya Mengenaskan
Berita berikutnyaViral, Video Wanita Sedang Tidur di Kereta Ini Jadi Korban Pencabulan Seorang Pria, Lihat Baik-baik Jemari Nakal Pria Tersebut!