Andi Narogong Buka-Bukaan Ungkap Peran Setnov di Kasus Korupsi Proyek e-KTP

0
300
Andi Narogong Diperiksa KPK
Andi Narogong

Berkabar.ID -Terdakwa atas nama Andi Agustinus alias Andi Narogong telah membeberkan peran Ketua DPR Setya Novanto (SN) dalam proyek dugaan korupsi proyek e-KTP. Andi mengatakan, Setnov mengusulkan melibatkan Made Oka Masagung, Komisaris PT Gunung Agung, untuk urusan transaksi antarperbankkan.

Kesaksian Andi Narogong tersebut disampaikan saat pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Andi menjelaskan, saat proyek e-KTP sedang dibahas, sempat terjadi perselisihan antara Paulus Tannos, direktur utama PT Sandipala Arthaputra dengan Irman, mantan Dirjen sekaligus terdakwa e-KTP lainnya. Paulus keberatan jika pengerjaan proyek e-KTP dibagi rata ke seluruh pihak.

Sebab, Paulus menilai proyek e-KTP dikerjakan oleh anggota pemenang konsorsium yakni konsorsium PNRI. Namun, Irman marah dengan respon Paulus.

“Kami dipersulit. Enggak dikasih DP (down payment). Akhirnya rekanan cari investor kanan kiri, Paulus juga cari modal ke mana-mana. Paulus pada November 2011 mengundang saya dengan Anang (direktur Utama PT Quadra Solution) dan Marliem (Johannes Marliem) ke rumah Pak Setya Novanto untuk laporkan anggota konsorsium enggak dapat DP, dipersulit pekerjaannya,” ungkap Andi Narogong di muka persidangan, Kamis (30/11/2017).

“Akhirnya Pak Nov bilang ya sudah nanti saya kenalkan ke Oka Masagung karena dia punya link perbankan. Disampaikan juga komitmen konsorsium akan berikan fee 5 persen,” ujarnya menirukan janji Setnov saat itu.

Ketua majelis hakim, Jhon Halasan Butarbutar, kemudian mengonfirmasi fee tersebut.

“Itu kata SN (pengurusan fee diurus Made Oka)?” tanya Jhon.

“Betul,” tandasnya.

Kemudian, Setnov mengundang Andi CS ke rumahnya untuk dipertemukan dengan Made Oka. Dalam pertemuanya itu, turut hadir Paulus Tannos.

Ia juga mengatakan, diakhir tahun 2011, Chairuman Harahap selaku ketua komisi II DPR saat itu menagih komitmen free 5 % kepada Irman.

“Jadi dari awal sudah tahu Depdagri akan kasih fee 5 persen untuk DPR,” ujarnya.

Pembahasan fee dilanjutkan ke kantor Setya Novanto di Equity Tower. Pada pertemuan itu, turut hadir Setya Novanto, Chairuman Harahap, Paulus Tannos, termasuk Andi. Paulus menyanggupi akan adafee akan segera dieksekusi. Pertemuan pun selesai.

Lalu, terjadi lagi pertemuan di kediaman Paulus yang turut dihadiri oleh Andi, Anang, dan Johannes Marliem. Di pertemuan tersebut membahas teknis pembayaran fee untuk DPR.

“Waktu itu kami diberitahu pada Anang, komitmen fee DPR yang 5 persen sudah ditagih, karena uang untuk DPR ada di kamu di software hardware. Lalu ditanya bagaimana? Yasudah saya siap eksekusi, asal saya dikasih invoice penagihan. Lalu Marliem terbitkan invoice USD 3,5 juta,” tandasnya.

Berita sebelumyaMeningkatkan Perekonomian Masyarakat, Pemerintah Dorong Perkembangan Industri Ikan Hias
Berita berikutnyaEkonomi Kalangan Bawah Semakin Menjerit, Elektalibilitas Jokowi Semakin Meljit