Gagal Menggauli Kakak Ipar, Lelaki Bejat Ini Menyetubuhi Anak Kandungnya yang Berusia 14 Tahun

0
920
Ilustrasi Pencabulan Foto: istimewa

Berkabar.ID -Seorang bapak berinisial R (36) di Kota Malang, Jawa Timur, bejat karena telah menyetubuhi anak gadis pertamanya berinisial K (14).

Ternyata, sebelum ia berani menyetubuhi anak gadis pertamanya, diketahui R juga pernah mengajak kakak iparnya sendiri untuk melakukan hubungan intim. Namun ajakan R itu ditolak kakak iparnya.

Hal itu disampaikan Direktur Women’s Crisis Centre (WCC) Dian Mutiara Sri Wahyuningsih (72) yang saat ini mendampingi korban (K). Menurut Dian, tindakan R sungguh keterlaluan dan di luar nalar.

Diketahui juga, kakak iparnya itu pun selalu menolak jika bertemu K atau K akan berkunjung ke tempatnya.

“Tentu saja ditolak oleh iparnya. Gila apa? Peristiwa itu terjadi sebelum R menggauli anaknya sendiri,” papar Wahyuningsih, Rabu (29/11/2017).

Wahyuningsih mendengarkan langsung keterangan itu dari kakak iparnya R atau tantenya K.

Setelah K berani melapor ke polisi, barulah korban-korban lain membuka suara. Wahyuningsih mendesak agar pihak kepolisian mendalami kasus ini dengan kemungkinan ditemukannya korban-korban lainnya.

Setelah gagal mengajak kaka iparnya untuk berhubungan intim, R akhirnya melampiaskan kepada anak kandungnya yang pertama. Menurut pengakuan korban saat itu ia susdah melakukan pemberontakan dan teriak-teriak namun K tidak berdaya.

Wahyuningsih juga bercerita tentang kondisi K saat ini. Menurutnya, K adalah sosok yang memiliki kecerdasan, diksi bahasa yang ia gunakan juga sangat baik. Saat bertemu langsung, Wahyuningsih mengatakan kalau K sebetulnya adalah anak yang ceria.

Namun di sisi lain, K juga mengungkapkan emosionalnya. Dalam kondisi itu, K mengatakan ia sangat marah dan merasa terinjak-injak harga dirinya. Ia juga mengatakan ayahnya adalah sosok yang sangat jahat.

“Ia mengatakan kalau ayahnya adalah orang jahat. Dia meluapkan emosionalnya, itu wajar,” pungkasnya.

Hinga saat ini akibat trauma yang mendalam, K belum mau masuk sekolah. Ia juga tidak tinggal dirumahnya lagi. Saat ini K dan ibunya tinggal di sebuah rumah kos. Pasalnya, kakek K sendiri berharap kasus tersebut tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

Di sisi lain, beberapa waktu lalu keluarga K melihat ada orang asing yang diduga wartawan sedang berada di depan rumah.

K dan ibunya saat itu hendak pulang. Namun melihat orang asing itu, K dan ibunya mengurungkan niat masuk ke rumah.

“Kami minta pengertiannya. Keberadaan wartawan di sana justru membuat para tetangganya tahu sehingga K malu dan merasa tertekan,” ujar Umu Hilmy (67) konsultan di WCC Dian Mutiara yang mendampingi Wahyu.

Dipaparkan kembali oleh Wahyuningsih, R juga sempat mengancam akan membunuh K jika ia berani buka mulut kepada orang lain. Selain ancaman pembunuhan, R juga memberikan ancaman secara verbal.

WCC Dian Mutiara akan mendampingi K baik dari segi hukum dan psikis. Sudah ada para psikolog yang disiapkan untuk mendampingi.

Wahyu mengatakan, nantinya akan diterapkan psikologi positif kepada K, bukan trauma healing.

“Psikologi positif itu terapi psikologi yang diarahkan pada hal-hal positif. Melihat hal positif dari klien yang kemudian akan jadi bekal untuk dia menghadapi masalahnya dan bangkit melanjutkan hidupnya,” ujar Syarifah Nur Latifah pendamping psikolog dari WCC Dian Mutiara.

Wahyuningsih juga mengkritisi Pemkot Malang. Dengan mendapat predikat Kota Malang adalah Kota Layak Anak, seharusnya hak-hak anak bisa dipenuhi oleh negara, dalam hal ini diwakilkan oleh Pemkot Malang.

Namun dengan adanya persitiwa ini, predikat sebagai Kota Layak Anak perlu dipertimbangkan kembali.

Berita sebelumyaMengejutkan! Ternyata Segini Tarif Ceramah Ustadz Somad, Bikin Tercengang
Berita berikutnyaPelatih Baru Persib Bandung, Roberto Charlos Maio Gomez Sedang Berburu Pemain di Argentina