Warga Malang Resah Dengan Kabar Teror Kolor Ijo Yang Terekam CCTV

0
1002

Berkabar.id – Warga Desa Amadamon, Kecamatan Dampit, Kabuten Malang dibuat resah dengan adanya kabar teror kolor ijo. Sebuah rekaman CCTV beredar memperlihatkan seorang yang dijuluki kolor ijo tengah beraksi di desa tersebut.

Julukan kolor ijo diberikan karena pelaku hanya mengenakan celana berwarna ijo (hijau) saat melancarkan aksi pencurian. Adanya isu tentang kolor ijo langsung mendapat respon dari pihak kepolisian. Upaya mengungkap pelaku teror pun telah dilakukan.

“Kami masih selidiki kebenarannya. Apakah memang terjadi atau tidak. Tetapi ada kemungkinan besar, itu merupakan kabar bohong atau hoax,” kata Kapolsek Dampit AKP Amung Sri Wulandari saat dikonfirmasi, Selasa (28/11/2017).

Maka dari itu, penyelidikan bukan hanya mengarah kepada pelaku pencurian. Akan tetapi juga pada pemilik akun media sosial yang menyebarkan kabar informasi tersebut.

Apalagi dalam informasinya juga dilengkapi dengan cuplikan gambar. “Jika benar bohong, ini sudah merupakan pelanggaran IT. Karena kabar yang disebarkan sudah membuat resah masyarakat,” kata Amung.

Amung juga berjanji akan berupaya mengungkap pemilik akun penyebar berita teror tersebut. Agar bisa membuktikan kebenaran dari kabar teror kolor ijo yang dituding telah mencuri pakaian dalam milik warga. “Agar bisa mengungkapnya, kami minta bantuan tim cyber,” lanjut Amung.

Untuk mencegah keresahan masyarakat semakin meluas, Polsek Dampir menggencarkan patroli ke pelosok desa, imbauan agar tak mudah percaya kabar di media sosial masih terus disampaikan secara langsung.

“Kami tingkatkan patroli di wilayah Polsek Dampit guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Dan kami sampaikan agar jangan percaya dengan berita bohong (hoax),” ujar Amung.

Kabar adanya teror kolor ijo yang tertangkap CCTV telah meresahkan masyarakat. Kepala Desa Amadanom, Sarimin telah menggelar koordinasi dengan seluruh perangkat dan kepala dusun.

“Hasilnya tidak ada kolor ijo itu, cuplikan gambar yang diambil dari CCTV sangat tidak mungkin. Karena warga disini (Amadanom) tak memiliki CCTV. Kami berharap polisi segera bisa menangkap penyebar kabar bohong ini,” kata Sarimin.

Berita sebelumyaSeorang Ayah di Malang Jadikan Sang Anak Pelampias Nafsu Selama 5 Tahun
Berita berikutnyaTerjadi Ledakan dan Kebakaran di Tel Aviv, 3 Orang Tewas