Pesan Jokowi Untuk Pilpres 2019

0
256

Berkabar.id -Pemilihan Presiden akan dilakukan pada 2019 mendatang, meski demikian Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian NKRI.

Jokowi mengingatkan jangan sampai karena agenda politik, bangsa Indonesia terpecah belah. Indonesia memiliki beragam suku, agama, dan bahasa. Untuk itu Jowoki mengajak kepada seluruh masyarakat agar menjaga anugerah dari Allah tersebut.

 

“Oleh sebab itu, saya mengajak mari kita semua untuk terus menjaga karena 87 persen penduduk Indonesia adalah muslim dan Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Inilah yang harus kita jaga, harus kita rawat persaudaraan kita, persatuan kita, ukhuwah wathaniyah kita harus kita rawat,” kata Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat mengunjungi Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani di Kecamatan Siralaya, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (23/11/2017). Dalam kunjungannya, Jokowi ditemani Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi.

Jokowi tidak ingin Indonesia terpecah belah hanya karena agenda politik.

“Jangan sampai ada sesuatu hal kita jadi pecah. Kita ingin seluruh warga negara Indonesia bersatu, sebagai saudara sebangsa setanah air. Oleh sebab itu, jangan sampai karena pilihan bupati, karena pilihan wali kota, atau karena pilihan gubernur, atau karena pilihan presiden, kita jadi pecah. Jangan jadi pecah,” kata Jokowi.

Jokowi memberikan kebebasan memilih pemimpin yang baik menurut masyarakat. Dan mengingatkan agar tetap bersatu setelah pemilihan.

“Silakan kalau ada pilihan coblos yang paling baik, dipilih. Kalau ada pilihan yang paling baik, presiden, silakan dicoblos. Tetapi setelah pilihan itu, marilah kita kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Mari kembali menjaga ukhuwah islamiyah kita. Itu titipan saya,” tegas Jokowi.

Terkait dengan kunjungannya ke Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani di Kecamatan Siralaya, Lombok, hal itu merupakan balasan atas kedatangan Ketua YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, Hj Sitti Raihanun Zainuddin, ke Istana pada 9 November 2017. Saat itu pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan kepada KH Zainuddin Abdul Madjid.

“Beliau ini, Hajah Sitti Raihanun, sudah tiga kali ke Istana. Saya hadir sebagai imbal balik dari kehadiran beliau. Beliau hadir terakhir pada 9 November lalu pada saat almarhum Maulana Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Zainuddin Abdul Madjid diberikan gelar pahlawan. Beliau hadir pada saat penerimaan anugerah itu,” kata Jokowi.

 

Berita sebelumyaPajak Toko Online Di Indonesia Sudah Ketinggalan Jaman, Ini Sebabnya!
Berita berikutnya5 Kali Gagal Registrasi SIM Card Akan Berakibat Begini