Menyibak Misteri Lorong Waktu Alas Bonggan Blora (Bag. 10 : Bus Jati Mas Tertarik Ke Dalam Hutan)

0
821

Peristiwa berikutnya yang cukup menonjol terjadi di alas Bonggan adalah pada tanggal 11 Oktober 2016. Peristiwa ini terjadi sekitar jam 03.00 WIB dini hari. Kali ini peristiwa terjadi di lahan Perhutani pos 7 Dukuh Nglecong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Saat itu Bus Jati Mas nopol K 1495 GE tersesat di tengah hutan.

Bus yang dikemudikan Santoso, warga Jepara, dan kernet Parman, warga Todanan, itu rencananya hendak menjemput rombongan pariwisata SDN 2 Plosorejo. Akibatnya, mereka terlambat menjemput anak-anak SD yang hendak berwisata itu. Kepada panitia, mereka menjelaskan sudah tersesat di tengah hutan.

“Namun, yang ini ada juga yang menduga bahwa itu hanya alasan sopir dan kernet saja agar tak dikomplain pihak penyewa,” kata salah seorang staf SDN 2 Plosorejo.
‘Menurut informasi sementara dari Wawan Novanda yang dikutip grup Bismania, menjelaskan jika kronologi bermula pada pukul tiga pagi. Bus hendak menjemput tamu rombongan dari sebuah Sekolah Dasar Negeri yang hendak studi wisata. Di jalan, rombongan bus penjemput bertemu dengan seorang panitia rombongan yang kemudian mengarahkan jalan penjemputan.

bus blora

Entah kenapa saat bus yang melaju perlahan lalu berhenti, supir merasa ada kejanggalan dan benar saja, bus sudah jauh dari aspal dan memasuki hutan. Butuh waktu hingga empat jam untuk mengevakuasi dua bus itu. Supir dan kernet kini masih bingung dengan peristiwa yang mereka alami.

Warga Desa Kedungbacin pernah mendengar cerita dari sesepuh mereka bahwa di daerah sekitar hutan tersebut terdapat sebuah kota gaib. Kota tersebut cukup megah dan besar. Kota tersebut cukup megah dan besar. Namun hanya orang-orang tertentu yang memiliki kelebihan saja yang bisa melihatnya.

Secara logika dan rasional disebutkan bahwa sopir yang mengalami tersesat jalan ini akibat kelelahan sehingga tidak konsentrasi dengan keadaan sekililingnya. Selain itu karena memaksan melalui jalur alternatif yang medannya belum diketahui sebelumnya. Namun pula entahlah..

Di kalangan cerita rakyat Jawa, terutama di Hutan Bonggan, terdapat salah satu jenis hantu oyot nimang yang bertugas menyesatkan korbannya dengan berputar-putar pada lokasi yang sama. Biasanya korban baru tersadar bila sudah habis tenaganya dan terjatuh atau terantuk batu. Benarkah seperti demikian? Wallahu alam, karena peristiwa itu juga terjadi pada bis Garuda Mas yang akan kita bahas di bagian 11. (CPA)

Berita sebelumyaIni Harga Resmi Pertandingan Persahabatan Timnas Indonesia VS Suriah, Dan Guyana
Berita berikutnyaGosip Jadi Pelakor Sampai Melahirkan Anak Dari Sunu, Umi Pipik Masih Terdiam