Karena menghindari riba dari BPJS, dokter tolak pasien. Itu salah.

0
255

Baru-baru ini ada seorang dokter di RS Permata Pamulang yang menolak menangani pasien karena alasan menggunakan BPJS Kesehatan, menurutnya BPJS itu riba. Karena menghindari riba dokter ini enggan menangani pasien tersebut.

Hal ini membuat Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin  angkat bicara, Menag mengatakan “BPJS tentu bukan ribalah,” kata Lukman di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (26/3).

Menag menambahkan bahwa “Tidak ada yang salah dengan penggunaan BPJS Kesehatan untuk biaya pengobatan, menurut saya itu hanya salah paham saja,” ucapnya.

Bukan hanya Menag, Wakil Ketua Komisi IX Saleh Partaonan Daulay yang membidangi kesehatan juga angkat bicara, menurutnya BPJS Kesehatan sudah sesuai dengan prinsip agama. Prinsip BPJS adalah gotong royong dan saling tolong menolog sesuai dengan anjuran pada salah satu ayat Al-Quran.

Dalam surat Al-Maidah ayat 2, mengadung arti, Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Ini adalah program untuk saling tolong menolong kepada sesama dalam hal kesehatan, ucap Saleh.

Alangkah lebih baiknya jika melakukan kewajiban lebih dulu sebelum memikirkan hak. Tolong pasien dulu akan lebih bijak dibandingkan melihat menggunakan apa nanti pembayarannya.

Sebenarnya setiap dokter telah disumpah untuk menolong siapapun yang sakit, ketika menolak bisa diadukan pada Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Pihak manajemen RS Permata Pamulang pun angkat bicara, dan menyatakan sikap penolakan dari dokter tersebut merupakan pandangan pribadi, bukan kebijakan instutisi. Sebelumnya dokter tersebut tidak menolak seluruh pasien dengan layanan BPJS maupun asuransi lainnya.

Berita sebelumyaAplikasi Canggih Di Final Liga Champions
Berita berikutnyaSabtu 27 Mei 2017 Ditetapkan Sebagai 1 Ramadhan 1438H