Surat Haru dari Siswi SMP di Pelosok Cilacap untuk Jokowi

0
412

Kondisi pendidikan di Indonesia memang sedikit memperihatinkan khususnya yang berada di pedesaan. Siswi SMP Miftahul Falah Gandrungmangu Cilacap kelas IX, yang bernama Laela Mutmainah bercerita lokasi sekolahnya yang berada di pelosok desa dan jauh dari keramaian. Setiap hari ia harus menempuh perjalanan kaki selama 5 km dari kediamannya ke sekolah, Laela juga harus melewati jalan yang becek dan berlubang.

“Harapan kami adalah semoga sekolahanku menjadi lebih maju layaknya seperti sekolahan yang berada di keramaian,” tulis Laela dalam sepucuk surat buat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kegiatan menulis kreatif di sekolahnya, Sabtu (15/10).

Sekolah Laela sendiri merupakan sekolah rintisan di ujung utara-barat kecamatan Gandrungmangu. Infrastuktur sekolah jauh dari kata ideal, lapangan berbagi dengan rumpun bambu. Sekolah ia juga berdekatan dengan jembatan Karanganyar yang rawan ambrol dan kerap alami banjir ketika sungai yang berlokasi 5 meter dari sekolahnya meluap.

Masih didalam surat yang di tulis Laela, kondisi sekolah sempit dan atap bocor sehingga membuat terganggu. Ia juga menulis sekolahnya tidak memiliki lapangan yang luas sehingga saat upacara dilakukan ala kadarnya. Ia berharap sekolahnya menjadi lebih maju layaknya sekolah yang berada di keramaian.

“Selalu mendapat omongan yang tidak enak dari warga membuatku agak minder,” tulisnya.

Diketahui juga, bukan hanya Laela saja yang menulis surat tersebut. Siswi SMP Miftahul Falah Gandrungmangu Cilacap kelas IX, Reni Triyana juga mengungkapkan kesedihan yang sama dalam surat yang ia tulis buat Presiden Joko Widowo. Reni bercerita ia harus berjalan kurang lebih 6 km dari tempat tinggalnya di Dusun Sindeh, Desa Wringinharjo, Kecamatan Gandrungmangu ke sekolahnya. Ia juga bercerita keadaan di desanya becek apalagi saat musin penghujan tiba.

“Saya anak ke 10 dari 10 bersaudara. Kecuali hari libur, saya harus menempuh perjalanan 6 km dengan berjalan kaki dari rumah ke sekolah dan sebaliknya,” curhat Reni dalam suratnya.

Reni juga menulis harapan sekolahnya punya fasilitas yang lengkap. Reni merinci ia berharap sekolahnya memiliki lapangan, kamar mandi, kelasnya diperlebar dan punya papan tulis putih.

“Gitu aja ya. Bye,” tulis Reni menutup suratnya.

Sementara untuk Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muttaqin Subroto mengatakan kegiatan menulis surat ditujukan agar siswa bisa memaknai lingkungan sekitarnya dan perasaan-perasaan mereka lewat tulis menulis. Kegiatan ini diikuti oleh 5 sekolah di wilayah Cilacap Barat mulai dari kecamatan Gangdrungmangu, Karang Pucung, Sidareja, Cipari dan Kedungreja.

“Ini bagian dari kegiatan bulan bahasa yang jatuh di bulan Oktober ini. Saya juga tak menyangka siswa banyak bercerita tentang keadaan jalanan di sebagian wilayah cilacap yang becek dan fasilitas sekolah yang apa adanya. Setidaknya kegiatan ini melatih siswa agar bersikap kritis sejak dini dan tak takut mengutarakan pendapat,” kata Muttaqin Subroto.

Berita sebelumyaBrowser Microsoft Edge Direncanakan Akan Hadir di Android dan iOS
Berita berikutnyaLedakan Bom Truk di Hotel Somalia Sebabkan 20 Orang Tewas