Viral Video Pria Tersambar Kereta, Ini Penjelasan Pihak (KCI)

0
248

VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa menghimbau kepada semua masyarakat untuk tidak beraktivitas di pinggir rel. Bahaya tersambar kereta mengancam jiwa anda. Seperti yang dialami dua pria yang ingin berfoto di pinggir rel pada Minggu (8/10).

“Jadi kita imbau agar tidak beraktivitas di jalur rel untuk menjaga keselamatan dan keamanan bersama,” ucap Eva, Jumat (13/10/2017) malam.

Menurut Eva, imbauan hingga peringatan sudah berulang kali disampaikan. Tujuannya tentu untuk keselamatan.

“Di setiap stasiun itu, kalau ada kereta datang, pasti ada suara peringatan untuk mohon berdiri di belakang batas aman. Itu pasti ada setiap stasiun suara peringatan itu,” ujar Eva.

Eva juga mengatakan sosialisasi selalu dilakukan setiap bulan, bukan hanya di stasiun. Eva menyebut sosialisasi di jalur-jalur perumahan yang dekat dengan rel juga sudah dilakukan.

“Kita setiap bulan secara berkala melakukan sosialisasi ke jalur-jalur perumahan masyarakat yang berdekatan dengan rel, juga sekolah-sekolah. Ya tujuannya sosialisasi tadi. Selain (mengantisipasi) vandalisme, kita juga mensosialisasikan agar tidak beraktivitas di jalur rel,” imbuh Eva.

Peristiwa tragis tersabarnya dua pria itu terjadi Minggu (8/10) malam pukul 19.10 WIB. Video tersebut telah tersebar di media sosial.

Sebuah video yang memperlihatkan pria yang ingin berfoto di samping rel kereta api ramai dibagikan. Masalahnya adalah peristiwa mengerikan saat pria itu hendak berfoto. Bukan eksis yang yang didapat, pria itu malah tersambar kereta yang lewat dan terpental.

Identitas korban adalah Dedi Mulyadi, pria kelahiran Pemalang, 27 Mei 1993. Korban kedua adalah Burhanudin, pria kelahiran Pemalang, 15 Maret 1997.

Eva pun turut mengimbau agar video itu tidak disebarkan lagi. Dia mengatakan kejadian itu menjadi contoh bahwa kegiatan seperti itu memiliki risiko tinggi.

“Kejadian itu contoh banget apa yang terjadi saat ini mereka itu nggak sadar foto, lama-lama akhirnya mendekat dan itu berbahaya. Masyarakat juga kita harap tidak memviralkan video itu karena kita pikirkan keluarganya, kasihan kan,” pungkas Eva.

Berita sebelumyaBNPB: Sebanyak 2 Ribu Pengungsi Gunung Agung Memilih Balik ke Rumah di Lokasi Rawan
Berita berikutnyaUsai Kalahkan India, Indonesia Finis di Peringkat Lima