Iki Palek, Tradisi Memotong Jari Di Papua Tanda Berkabung Suku Dani, Papua. Mengerikan

0
1398

Memotong ruas jari, atau biasa disebut oleh Suku Dani di Papua dengan sebutan Iki Palek, bagi kita ritual ini mungkin ekstrem, tapi menurut masyarakat suku Dani, tidak ada cara yang lebih baik untuk mengungkapkan rasa kehilangan selain melakukan ritual berbahaya ini. Rasa sakit yang diterima bagi mereka melambangkan hati dan jiwa yang juga tercabik karena kehilangan.

Masyarakat pegunungan tengah Papua yang melambangkan kesedihan lantaran kehilangan salah satu anggota keluarganya yang meninggal tidak hanya dengan menangis saja. Melainkan ada tradisi yang diwajibkan saat ada anggota keluarga atau kerabat dekat seperti; suami,istri, ayah, ibu, anak dan adik yang meninggal dunia. Tradisi yang diwajibkan adalah tradisi potong jari.

Uniknya lagi, hal ini dilakukan hanya untuk wanita saja, laki-laki tidak. Jika wanita ditinggal mati suami. Maka wanita itu akan dipotong jarinya oleh orang tuanya, atau pun adiknya.

Pertama-tama, jari akan dililitkan dengan benang, agar darah yang keluar tidak banyak. Pun juga jika yang meninggal orangtuanya, maka dua ruas jari yang harus dipotong. Kalau yang meninggal sanak saudaranya maka hanya satu ruas jari yang dipotong. Setiap jari yang putus melambangkan berapa banyak keluarga yang sudah meninggal.

Setelah itu, pihak pemotong akan membawa kapak batu (Yaga). Namun, sebelum dipotong jarinya, korban harus membaca mantra terlebih dahulu, kemudian parah diarahkan langsung ke jarinya.

Untungnya, tradisi ini sudah tidak dilakukan lagi karena pemerintah sudah melarang ritual adat yang kejam ini. Sekarang jari-jari buntung bisa dilihat dari wanita tua di Suku Dani. (CPA)

Berita sebelumyaInilah Cara Mancungkan Hidung Secara Alami Tanpa Operasi
Berita berikutnyaUnik Pria Ini Tato Wajahnya Peta Indonesia