Penggerebekan “Pabrik” Pemberi “Like” Palsu

0
504

Beberapa waktu lalu kepolisian dan tentara Thailand melakukan penggerebekan dan mengungkap keberadaan sebuah “pabrik” pemberi like palsu. Lalu, seperti apa suasana tempat tersebut?

Dilansir dari Sunday China Morning Post, Rabu (14/6/2017), ternyata tempat itu tidak dipenuhi dengan banyak orang. Nyatanya, “pabrik” like palsu itu hanya dioperasikan oleh tiga orang saja,

Ketiga orang tersebut bersama-sama mengoperasikan 474 unit iPhone, yang terdiri dari seri 5s, 5c, dan 4s. Ratusan unit iPhone itu ditaruh berderet di beberapa rak besi.

Berdasarkan foto yang beredar, tiap rak terdiri dari 15 unit iPhone. Masing-masing perangkat terhubung ke kabel charger. Sedangkan kartu SIM yang digunakan untuk menjalankan akun bot tersebut total sebanyak 347.200 unit. Semuanya merupakan kartu SIM yang dikeluarkan oleh operator telekomunikasi lokal Thailand.

Selain iPhone dan kartu SIM, ditemukan juga 10 unit komputer dan berbagai aksesori perangkat genggam lain.

Ketiga pria itu mendapatkan bayaran 150.000 baht atau sekitar Rp 58,7 juta per bulan. Mereka dibayar oleh sebuah perusahaan asal China untuk menjalankan akun bot di media sosial WeChat. Ketiga pria pengelola “pabrik” like tersebut masing-masing bernama Wang Dong, Niu Bang, dan Ni Wenjin. Ketiganya berasal dari China.

Masing-masing akun bot digunakan untuk memberi engagement positif dan like pada berbagai produk yang dijual secara online di Negeri Tirai Bambu itu. Mereka memilih markas operasional di Thailand karena biaya telekomunikasi yang cenderung murah.

Saat ini, ketiga tersangka itu ditahan pihak berwenang Thailand dengan berbagai tuduhan, mulai dari tinggal melebihi batas waktu visa, bekerja tanpa izin, hingga soal pemakaian kartu SIM tak terdaftar. (CPA)

Berita sebelumyaKades di Aceh Ini Ditangkap Sedang Pesta Narkoba di Tempat Karaoke
Berita berikutnyaPria Ini Disiksa Istrinya Karena Tolak Layani 10 Kali Dalam Sehari, Ceritanya Menyedihkan