Polisi Gerebek Markas Pembuat Ijazah Palsu Di Jakarta Barat

0
351

Polisi menggerebek markas tempat pembuatan ijazah palsu dan berbagai sertifikasi guru di Jalan Tubagus Angke, RT 08 RW 04, Angke, Tambora, Jakarta Barat.

Anggota Ditreskrimum Polda Jawa Barat, Mengamankan barang bukti dari tempat tersebut berupa, puluhan lembar ijazah palsu beberapa universitas terkemuka di Jakarta dan Jawa Barat, akte tanah, KTP, SKCK hingga beragam plat, mesin print serta alat untuk menyablon.

Selain melakukan pembuatan di kawasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, para pelaku juga membuat tempat serupa di kawasan Soreang, Jawa Barat. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan terungkapnya kasus ini bermula dari laporan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Provinsi Jawa Barat yang mengalami keboncoran hingga Rp 34 miliar. Setelah diselidiki terungkap ratusan guru telah melakukan penggadaian sertifikasi.

“Uangnya telah diserahkan oleh pihak bank BPR. Setelah di cek, ternyata sertifikasi yang digadain palsu,” ujar Yusri.

Dari penggerebekan tersebut petugas mengamankan 300 orang guru, 13 di antaranya ditetapkan tersangka, dua dari mereka adalah tersangka utama berinisial TM dan YY. TM berperan selaku pembuat ijazah palsu, sedangkan YM sebagai agen yang menghubungkan antara calon penggadai dengan pembuat ijazah.

Untuk sertifikasi guru dihargai sebesar Rp 80 juta. Jumlah Rp 80 juta tersebut dibagikan kepada semua orang yang berperan pembuatan sertifikasi hingga yang menggadaikan, termasuk karyawan BPR.

“Pemilik sertifikasi mendapatkan jatah sekitar 30 persen atau Rp 20 juta, dan YY dapat Rp 12 juta,” ujarnya.

Kata Yusri, Polisi mengaku masih mendalami kasus itu, satu orang pemilik rumah berinisial T jadi buruan polda Jabar.

Berbeda dengan ijazah palsu lainnya, pembuatan ijazah yang dilakukan TM hampir mirip persis dengan aslinya. Laboratorium Forensik sendiri tidak mampu membaca lantaran kertas di buat. Karena itu diperlukan koordinasi dan pengecekan melalui instansi yang dikeluarkan.

Direskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana di lokasi mengatakan, “Jadi disini akan terlihat nomor registrasi. Memang secara kasat mata tidak akan terlihat itu palsu, perlu penyidikan mendalam untuk mengetahui keasliannya”.

Lanjut umar, bila pembuat ijazah maupun sertifikasi menggunakan ijazah asli. Polisi harus melakukan penelusuran yang ada di Kementrian Riset dan Teknologi.

Alasannya karena murahnya ongkos itu, ia pun yakin banyak masyarakat yang membuat ijazah di kawasan itu. Hasil penyidikan sementara, terungkap pembuatan jasa sementara ini dihargai Rp 12 juta per lembarnya.
Umar meminta masyarakat maupun instansi lain agar melaporkan kasus ini untuk membuat kasus ini terungkap. “Kepada masyarakat yang merasa dirugikan segera laporkan ke pihak kami,” imbau Umar.

Berita sebelumyaAsyik Joget Bareng Biduan Di Acara Dangdutan, Eh Istri Datang….
Berita berikutnyaPria Ini Ketahuan Merokok di Toilet Kereta, Satu Keluarga Diturunkan Paksa