Anggota Komisi I Minta TNI Investigasi Insiden di Natuna

0
169

Rasa duka cita mendalam disampaikan anggota komisi I DPR, Sukamta atas ledakan bom yang menewaskan beberapa prajurit TNI saat melakukan latihan PPRC di Natuna, Kepulauan Riau. Sukamta mengaku belum mengetahui persis detail kronologi kerjadia tersebut. Meski begitu, ia menduga penyebabnya ada dua kemungkinan. Pertama, kesalahan teknis pada senjatanya alias malfungsi atau human eror.

“Bisa juga ledakannya karena masalah teknis atau human eror. Bahkan bisa jadi kombinasi dari keduanya. Kesalahan teknis pada senjata ditambah human eror karena panik,” katanya.

Menurut Sukamta, kecelakaan pada TNI sudah kerap kali terjadi. Entah karena kelalaian manusia atau faktor alutsistanya. Sebelum insiden di Natuna, rudal C705 sempat terlambat meledak saat uji coba pada September 2016. Karenanya, Sukamta meminta pihak TNI untuk melakukan investigasi komperhensif dan memberikan keterangan resmi fakta lapangannya.

“Apapun nanti hasi investigasinya, harus tetap ada evaluasi dan peningkatan kualitas prajurit dan alutsista. Kita harus tingkatkan skill, kedisiplinan, dan kesejahteraan TNI. Apalagi senjata yang digunakan prajurit TNI berbahaya semua, maka harus diopersikan dengan skill dan menta yang tak main-main,” ujarnya.

Selain itu, Sukamta meminta pegadaan alutsista harus diperketat pengontrolan kualitasnya. “Aspek kualitas harus lebih diprioritaskan dibanding kuantitas. Lebih baik memiliki jumlah alutsista yang tak banyak tapi berkualitas dari pada punya alutsista banyak tapi tak berkualitas. Karena alutsista yang berkualitas membahayakan diri sendiri,” terangnya. (Adfi)

Berita sebelumyaEvaluasi Mudik, Mehub Bakal Tinjau Brexit
Berita berikutnyaKemendag Terapkan Kebijakan HET Gula Pasir